Tanggal :24 May 2022

Yuk, Intip Strategi Marketing Startup Kopi China Pesaing Starbucks!

Pada tahun 2019 lalu, Luckin Coffee sudah mampu membuat Starbucks cemas di pasar China. Luckin Coffee didirikan pada Oktober 2017 oleh pengusaha Qian Zhiya. Dalam waktu singkat, Luckin Coffee jadi penantang dominasi Starbucks, padahal merek kopi dari Amerika Serikat (AS) itu sudah dua dekade eksis di China. 

Dalam berkompetisi, Luckin Coffee menggunakan pendekatan yang berlawanan dengan Starbucks. Alih-alih menyediakan gerai luas untuk nongkrong, Luckin Coffee berfokus mendirikan gerai sebagai dapur pengiriman yang menyediakan dan mengantarkan kopi yang dipesan pelanggan melalui aplikasi. 

Selain itu Luckin Coffee menerapkan strategi growth-first. Caranya dengan menebar diskon, marketing dan ekspansi gerai yang agresif.

“Konsumen China benar-benar menuntut kenyamanan selain kualitas dan harga,” kata kepala strategi Luckin Coffee, Reinout Schakel, yang pada Januari lalu meninggalkan Standard Chartered Bank untuk bergabung dengan perusahaan, seperti dikutip dari Forbes, Jumat (12/4/2019).

Strategi ini mengorbankan kinerja keuangan perusahaan. Dalam sembilan bulan pertama 2018, Luckin Coffee membayar dana 857 juta yuan atau setara US$124 juta (Rp 1,74 triliun). Padahal pendapatan perusahaan hanya 375 juta yuan atau setara US$54 juta.

Namun, eksekutif Luckin Coffee yakin strategi mereka cukup tetap sasaran, karena banyak peminum kopi China terasingkan karena antrian panjang dan harga mahal yang mereka temukan di Starbucks.

Xinhua melaporkan, Luckin Coffee berencana untuk membuka gerai di 14 kota di China termasuk di Hefei, Foshan, Shenyang, dan Kunming. Luckin Coffee akan membawa outlet yang dikenal dengan nama “36” ke kota-kota tersebut. Ekspansi ini akan terealisasi paling lambat akhir bulan ini, seperti dikutip dari Reuters dalam Cnbc Indonesia, Jumat (12/4/2019).

Hingga akhir 2020, Luckin Coffee dapat memiliki 6.000 outlet. Starbucks sukses di China setelah memiliki 3.600 gerai yang terbesar di seluruh Tiongkok.

Rumor yang beredar di pasar, Luckin Coffee sedang menunggu untuk melantai di bursa saham. Pada Februari 2019 lalu, Luckin Coffee meminta telah menghubungi Credit Suisse, Goldman Sachs, dan Morgan Stanley terkait IPO di AS.

Penulis: Sadam Khadafi | Illustrator: Sumanto

Referensi

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »