Tanggal :21 May 2022

Vegan Leather: Tren Fashion Masa Depan yang Ramah Lingkungan

Kulit (genuine leather) merupakan salah satu bahan fashion item yang sangat digemari dan tak lekang oleh zaman. Kulit membuat penggunanya terkesan keren dan stylish, juga mampu untuk memberikan statement point pada gaya pakaian yang santai. Saat ini, sudah banyak orang yang menyadari dampak negatif dari industri kulit terhadap pencemaran lingkungan dan hewan. Untuk mengurangi dampak tersebut, kini telah muncul istilah vegan leather. Apa itu?

Vegan leather atau kulit vegan biasanya berbahan baku dari dua jenis polimer plastik yaitu, polyurethane (PU) dan polyvinyl chloride (PVC). Kedua bahan ini diketahui mempunyai tekstur yang mirip kulit asli yang berkerut-kerut. Akan tetapi, sampai saat ini hampir semua kulit vegan terbuat dari bahan berbasis plastik. Namun, dalam beberapa tahun terakhir ini para peneliti mencoba mencari solusi dari permasalahan ini. Kabar baiknya, vegan leather mampu dibuat menggunakan tumbuhan organik atau plant-based. Bahan yang digunakan beragam, mulai dari nanas, daun kaktus, jamur hingga berbagai macam jenis bunga.

Vegan leather diperkirakan mampu menjadi tren di masa depan karena memiliki dampak negatif yang lebih rendah dibandingkan dengan penggunaan kulit asli hewan. Perbandingan ini dapat dilihat dari proses produksi kedua bahan tersebut. Pada pembuatan animal leather dimulai dari pembiakan, pemeliharaan, membunuh, hingga penyamakan kulit memiliki dampak lingkungan yang tinggi. Dilansir dari greenmatters.com, memelihara hewan (biasanya sapi) untuk kulit membutuhkan banyak lahan, air, dan pakan.

Selain itu, hewan juga mengeluarkan zat metana ke atmosfer. Bahkan, kotoran dari peternakan pun berpotensi mencemari saluran air, tanah, dan udara. Sehingga akan berisiko terhadap kesehatan masyarakat khususnya bagi mereka yang tinggal di sekitarnya. Meski demikian, saat ini belum banyak produk fesyen atau desain yang menggunakan kulit vegan yang sepenuhnya ramah lingkungan. Pasalnya, setiap bahan dibuat dengan campuran tanaman dan poliuretan, atau berbahan dasar tanaman yang dilapisi dengan resin berbahan dasar plastik.

Solusinya, sebagai konsumen yang cerdas, kita telah diberi pilihan. Sehingga jika peduli dengan isu lingkungan ini, maka semestinya mengurangi pembelian produk fesyen yang terbuat dari bahan dasar yang tidak ramah lingkungan. Bahkan jika berniat untuk membeli vegan leather pun harus berhati-hati. Sebaiknya, carilah produk yang lebih minim dampak buruknya pada lingkungan atau berbasis nabati. Hal ini juga mendukung adopsi Smart Environment yang merupakan dimensi pembangunan tata kelola lingkungan yang pintar, dimana pembangunan sarana dan prasarana bagi masyarakat berorientasi pada lingkungan hidup, sehingga terwujud tata kelola lingkungan yang baik, bertanggung-jawab, dan berkelanjutan.

Penulis: Wanda Marissa | Illustrator: Arsy Eric

Referensi:

https://mediatani.co/vegan-leather-berbasis-nabati-solusi-industri-mode-di-masa-depan/amp/

https://indiekraf.com/vegan-leather-berpotensi-menjadi-tren-di-masa-depan/amp/

https://smartcity.bandaacehkota.go.id/dimensi/6

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »