Tanggal :2 July 2022

Tempe: Sumber Protein Masa Depan yang Ramah Lingkungan

Siapa yang tidak mengenal tempe? Makanan sehari-hari masyarakat Indonesia ini merupakan olahan dari kedelai yang sangat mudah dijumpai di hampir seluruh wilayah. Tempe biasanya berbentuk bongkahan persegi, berasal dari hasil fermentasi kedelai kemudian diberi sejenis jamur atau kapang yang masuk dalam genus rhizopus. Dari segi kesehatan, tempe memiliki segudang manfaat baik untuk tubuh. Makanan ini disebut-sebut sebagai makanan superior dan sumber protein masa depan. 

Tempe merupakan makanan dengan sumber protein nabati yang tinggi dan tak kalah jauh bila dibandingkan dengan daging. Setiap 100 gram tempe mengandung 150 kalori, 14 gram protein, 7,7 gram lemak, 9,1 karbohidrat, 1,4 gram serat, 517 miligram kalsium, 7 gram natrium, 202 miligram fosfor, dan vitamin B12 (id.berita.yahoo.com).

Selain itu, tempe juga mengandung isoflavon yang berfungsi untuk pencegahan inflamasi atau akar dari timbulnya masalah-masalah kronis pada tubuh seperti kanker, diabetes, stroke, alzheimer, osteoporosis, kista serta beberapa penyakit lainnya. Proses fermentasi pada tempe memiliki dampak positif, yaitu dapat merangsang pertumbuhan bakteri baik, membantu penyerapan nutrisi makanan lebih cepat, membuang racun dalam tubuh, serta mendukung kekebalan tubuh (headtopics.com).

Mengonsumsi tempe akan membawa dampak positif dari segi ekonomi dan juga lingkungan. Mengonsumsi tempe dapat mendukung aspek ekonomi di Indonesia, karena dengan konsumsi tempe berbahan dasar kacang-kacangan lokal, dapat membantu perekonomian para petani kancang-kacangan. Manfaat yang ditawarkan oleh tempe dapat diperoleh dengan harga yang murah dibandingkan dengan harga dari sumber protein jenis lain.

Protein nabati yang dihasilkan dari tumbuhan jauh lebih efisien dibandingkan protein yang dihasilkan dari hewan. Membutuhkan proses yang panjang untuk mendapatkan protein dari hewan. Berbeda dengan protein hewani, protein pada tumbuhan hanya membutuhkan waktu yang singkat untuk bisa dikonsumsi. Proses produksi tempe ternyata 20 kali lipat lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan proses produksi protein jenis lain. Emisi yang dihasilkan oleh pembuatan tempe juga empat kali lipat lebih efisien dibandingkan dengan proses produksi makanan yang mengandung protein hewani. Hal ini juga mendukung proses adopsi Smart Environment oleh masyarakat dengan menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan. 

Penulis: Wanda Marissa | Illustrator: Arsy Eric

Referensi:

https://headtopics.com/id/alasan-tempe-layak-jadi-sumber-protein-masa-depan-dan-lebih-ramah-lingkungan-20444196

https://id.berita.yahoo.com/alasan-tempe-layak-jadi-sumber-010015179.html

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »