Tanggal :1 July 2022

Telemedicine: Jadi Solusi di Tengah Pandemi, Tren Penggunaannya Terus Melonjak

Design by: Arsy Eric

Perubahan pola kehidupan pada era digital, terlebih dengan adanya pandemi Covid-19, menjadikan teknologi telemedicine berkembang pesat. Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), telah memiliki divisi khusus yang berkaitan dengan bidang kesehatan digital.

Telemedicine adalah teknologi yang memungkinkan pasien berkonsultasi dengan dokter secara privat, tanpa harus bertatap muka secara langsung. Dilansir dari laman American Academy of Family Physicians (AAFP), konsultasi dengan dokter membantu pasien mendapatkan informasi mengenai dugaan diagnosis, perawatan atau penanganan pertama pada penyakit maupun kasus cedera, hingga tips  untuk meningkatkan kesehatan tubuh.

Telemedicine adalah praktik kesehatan dengan memakai komunikasi audio, visual dan data termasuk perawatan, diagnosis, konsultasi dan pengobatan serta pertukaran data medis dan diskusi ilmiah jarak jauh. Kehadiran telemedicine dapat menjadi jawaban untuk kemudahan mengakses pelayanan kesehatan. 

Penggunaan telemedicine di Indonesia dianggap bisa mengatasi sejumlah tantangan yang selama ini menghambat pemerataan akses kesehatan, seperti persebaran tenaga kesehatan yang belum merata, masalah geografis, dan kurangnya fasilitas kesehatan di beberapa wilayah tertentu. Contoh penggunaan telemedicine yang kini tengah marak di Indonesia adalah fitur chat langsung dengan dokter yang bisa dilakukan melalui aplikasi. Melalui fitur tersebut, pengguna bisa dengan bebas berdiskusi langsung dengan dokter, kapan saja dan di mana saja mereka berada.

Namun, telemedicine masih memiliki beberapa keterbatasan, kelemahan utama telemedicine adalah dokter tidak dapat memeriksa pasien secara langsung. Keterbatasan tersebut tentu berpengaruh pada kualitas diagnosa. Tidak adanya pemeriksaan fisik langsung yang dilakukan dokter ke pasien membuat para tenaga kesehatan belum bisa memberikan diagnosa secara pasti melalui telemedicine. Paling maksimal, dokter hanya akan memberikan kemungkinan diagnosis disertai dengan pembanding lainnya.

Meski demikian, teknologi telemedicine bisa saja merambah ke cakupan fitur yang lebih luas. Selain mempermudah konsultasi dengan dokter, kelak tidak menutup kemungkinan akan muncul teknologi atau aplikasi yang memungkinkan perekaman detak jantung, tekanan darah, hingga pemeriksaan yang lebih rumit lainnya. Seperti saat ini, sudah ada teknologi sensor yang diletakkan di permukaan kulit, untuk mengetahui kondisi tubuh secara sistemik. Teknologi seperti ini bisa mendukung perkembangan telemedicine secara pesat.

Walaupun masih ada pro-kontra yang muncul terhadap fitur ini, telemedicine adalah perkembangan teknologi yang tidak bisa terelakkan lagi keberadaannya. Peraturan dari sisi dokter maupun pasien pengguna pun masih terus diolah, untuk mencari jalan tengah yang bisa menguntungkan kedua belah pihak. Kedepannya, penggunaan layanan telemedicine akan terus dirancang bukan untuk menggantikan kunjungan ke dokter, tetapi sebagai pendamping perawatan yang semakin baik, efisien, dan tentu saja tepat. Nah, apakah Smart People pernah menggunakan fitur ini?

Penulis: Wanda Marissa | Ilustrator: Arsy Eric

Referensi

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »