Tanggal :24 May 2022

Serangan Ransomware yang Menimpa Bank Indonesia, Apa Ransomware Sebenarnya?

Source: Minku Kang, Unsplash

Sebuah unggahan di platform Twitter menunjukan adanya upaya serangan siber berupa ransomware yang menyasar Bank Indonesia (BI). Unggahan itu menampilkan tangkapan layar file berisi data yang berhasil ditutupi oleh ransomware Conti. Bank Indonesia telah melakukan asesmen terhadap serangan tersebut. Bank sentral juga telah melakukan pemulihan, audit, dan mitigasi agar serangan tersebut tidak terulang dengan menjalankan protokol mitigasi gangguan IT yang telah ditetapkan. Mengutip Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA) dan FBI Amerika Serikat, Conti bahkan sudah melakukan 400 serangan di Amerika Serikat dan organisasi internasional. 

Berdasarkan ransomware yang terjadi, besaran datanya menjadi 74GB dari yang sebelumnya 487 MB, sementara internal PC yang dikompromikan sebelumnya dilaporkan 16 PC telah menanjak hingga 237 PC dengan jumlah dokumen sebanyak 52.868.

Ransomware merupakan sebuah nama dari kelas malware yang terdiri dari dua kata, ransom (tebusan) dan malware, yang bertujuan untuk menuntut pembayaran untuk data / informasi pribadi yang telah dicuri, atau data yang aksesnya dibatasi (enkripsi). Saat ini, malicious software telah melakukan diversifikasi (usaha memperoleh keuntungan) dengan cara mereka memeras uang dari korban. Orang dapat berargumen bahwa ransomware adalah bentuk pemerasan sederhana yang digunakan untuk pemerasan secara massal, disebarkan ke banyak pengguna dan dibuat lebih efisien dengan memanfaatkan Cryptocurrency untuk anonymity sebuah transaksi. 

Berdasarkan riset Osterman Research, 35% dari target terbesar serangan ransomware adalah perusahaan dan bisnis kelas menengah ke bawah. Akibatnya, 90% perusahaan tersebut sering mengalami downtime. Setengah diantaranya bahkan diminta untuk membayar tebusan sebesar $1,000 dollar amerika. Cybersecurity Ventures juga memprediksikan bahwa  tahun ini ransomware akan menyerang bisnis setiap 11 detik dan mengakibatkan kerugian hingga $20 miliar.     

Cara mencegah ransomware dapat Kamu terapkan dengan memastikan versi sistem operasi dan aplikasi diupdate secara reguler. Pasalnya, hackers seringkali memanfaatkan kelemahan software untuk mengakses sistem atau jaringan, karena segala jenis cyber criminals juga terus berkembang secara kualitas dan metode penyebarannya. Tidak hanya itu, Kamu juga perlu waspada dalam memasang aplikasi di perangkat Kamu.  Pastikan Kamu mendapatkan software dari situs resmi atau platform terpercaya seperti Google Play, Microsoft Store, App Store, atau sumber resmi lainnya.

Penulis: Mia Patricia | Ilustrator: Rizky Sabilurrasyid

Referensi

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »