Tanggal :24 May 2022

Semaraknya Taman Digital “TeamLab Future Park Jakarta”

Gambar 1. Design by: Sumanto

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) membawa dampak yang positif bagi kemudahan manusia dalam berkomunikasi dan juga peningkatan kualitas sumber daya manusia karena persebaran informasi yang semakin cepat dan aktual tanpa adanya batasan jarak dan waktu. Tantangan zaman dengan segala perkembangan teknologi dan perlunya peningkatan terhadap kualitas sumber daya manusia yang diwujudkan melalui pemanfaatan berbagai fasilitas yang ada dalam ruang telah menjadi latar belakang dicanangkannya kebijakan program Jakarta Smart City oleh Gubernur DKI Jakarta. 

Berbicara mengenai perkembangan teknologi rasanya tidak afdal bilamana kita tidak mengetahui pengertian dari teknologi digital. Teknologi Digital dalam pengoperasiannya tidak lagi  menggunakan tenaga manusia, tetapi memiliki sistem dan serba otomatis, canggih disertai sistem komputerisasi, yaitu sistem penghitung cepat yang memproses semua bentuk-bentuk informasi sebagai nilai-nilai numeris (Girsang dan Sianga, 2019). Dalam prosesnya, perkembangan teknologi digital ini dimanfaatkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk meningkatkan daya saing wisata yang ada di Jakarta maupun daerah lainnya. 

Gambar 2. Sumber : lifestyle.bisnis.com

Pada tahun 2019 silam, pameran kelas dunia “TeamLab Future Park and Animal of Flowers, Symbiotic Lives” secara resmi dibuka. Berlokasi di lantai dua Mal Gandaria City, Jakarta Selatan. Pameran seni interaktif terbesar di Jakarta tersebut menggunakan teknologi digital yang mengusung konsep kreasi kolaborasi (co-creation). (https://www.industry.co.id/). 

Dilansir dalam artikel Detik.com dijelaskan bahwa terdapat lima karya instalasi digital yang hadir, yakni Animal Flowers, Symbiotic Lives, Graffiti Nature: Lost, Immersed and Reborn, Sliding through the Fruit Field, Sketch Aquarium, dan Light Ball Orchestra (https://hot.detik.com/art/). Berikut ulasan mengenai lima tema tersebut. 

1. Animals of Flowers, Symbiotic Lives

Tema ini menyuguhkan pemandangan bunga-bunga tumbuh dari tubuh-tubuh binatang kepada pengunjung. Bunga-bunga bertunas, mekar, menyebar, dan menghilang. Ketika manusia menyentuh binatang, bunga-bunga akan menyebar. Ketika bunga sudah tersebar, maka binatang pun akan menghilang. 

2. Graffiti Nature: Lost, Immersed and Reborn

Pengunjung akan terbawa dalam satu ekosistem berisi karya seni yang digambar oleh pengunjung itu sendiri. Makhluk hidup makan dan dimakan oleh makhluk hidup lainnya, sehingga menciptakan satu ekosistem yang berkesinambungan.

3. Sliding through the Fruit Field

Pengunjung akan disuguhkan berbagai macam jenis buah-buahan yang tumbuh di permukaan miring.

4. Sketch Aquarium

Tema ini mengajak pengunjung untuk menggambar hewan laut sesuai imajinasi mereka dan akan ditampilkan di akuarium raksasa di mana hasil karya mereka menjadi hidup dan bisa berenang serta bereaksi terhadap sentuhan.

5. Light Ball Orchestra

Pengunjung dapat menggelindingkan bola-bola cahaya untuk mengubah warna dan suaranya, sehingga bola-bola ini akan membentuk sebuah orkestra.

Pembukaan pameran ini dilakukan oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Indonesia, Triawan Munaf, didampingi oleh CEO teamLab Kids, Akitae Matsumoto, CEO SGE Live, Mervi Sumali, dan CMO Narada Asset Management, N. Anie Puspitasari. ‘TeamLab Future Park and Animals of Flowers, Symbiotic Lives’ dibuka untuk umum pada 20 Juni hingga 20 Desember 2019 di Gandaria City (https://www.industry.co.id/). 

“Hadirnya TeamLab di Jakarta, membuat pecinta seni tidak perlu jauh-jauh ke Tokyo ataupun Singapura untuk mengeksplorasi kreativitas tanpa batas bersama seluruh anggota keluarga melalui instalasi digital interaktif,” kata CEO teamLab Kids, Akitae Matsumoto, di Gandaria City, Jakarta Selatan, Selasa, 18 Juni 2019 (https://www.medcom.id/). 

Dengan teknologi digital yang digunakan oleh TeamLab, beragam instalasi seni dapat berevolusi tanpa batas dan bergerak bebas. Berinteraksi dengan pengunjung dan lingkungan sekitar. “Sehingga menciptakan momen unik yang mengubah aktivitas kreatif individu menjadi aktivitas kreatif kolaboratif sehingga dapat memberikan pengalaman hubungan antar manusia yang harmonis dan kooperatif,” terangnya (https://www.medcom.id/). 

Gambar 3. Sumber : tempat.com

Pameran diadakan setiap 30 menit sekali diawali dari jam 10 pagi sampai pukul 22.00 WIB. Tiketnya dibanderol seharga Rp.135,000, sementara pada akhir pekan dan hari Libur Nasional, Hari Libur Sekolah Rp. 150,000.

Untuk itu, ke semua karya instalasi akan mengajak pengunjung untuk melupakan penat di sela kesibukan bekerja, menikmati karya yang ada, dan ikut serta bermain di dalamnya. Kelima karya juga diyakini akan digemari generasi milenial. Apakah dari kalian ada yang pernah menyambangi pameran tersebut? Tuliskan pengalaman atau hal menarik di kolom komentar yaa!

Penulis: Sadam Khadafi | Illustrator: Sumanto

Referensi:

  1. Agnes, Tia. 2019. Sudah Sambangi TeamLab Future Park Jakarta? Hari ini terakhir lho!. Dalam berita https://hot.detik.com/art/d-4846958/sudah-sambangi-teamlab-future-park-jakarta-hari-ini-terakhir-loh diakses pada tanggal 7 November 2021.
  2. Barus, Kormen. 2019. Semaraknya Taman Digital Kelas Dunia “TeamLab Future Park Jakarta”. Dalam berita https://www.industry.co.id/read/52236/semaraknya-taman-digital-kelas-dunia-teamlab-future-park-jakarta diakses pada tanggal 7 November 2021.
  3. Girsang, Dameria dan Sianaga, Angelia. 2019. “Pemanfaatan Teknologi Digital Sebagai Sarana Usaha Pengembangan Objek dan Daya Tarik Wisata Terhadap Kunjungan Wisatawan ke Taman Wisata Sitinjo Kabupaten Dairi”, Jurnal Akomodasi Agung Vol 6. No 2. 
  4. Wirakusuma, Yudha. 2019. Berwisata ke Taman Masa Depan Lewat Instalasi Digital. Dalam berita https://www.medcom.id/rona/wisata-kuliner/ybD09wvb-berwisata-ke-taman-masa-depan-lewat-instalasi-digital diakses pada tanggal 7 November 2021.
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »