Tanggal :27 January 2022

Sektor Pertanian Ciptakan Lapangan Kerja Bagi Generasi Milenial Guna Meningkatkan Kualitas SDM Pertanian

Kementerian Pertanian (Kementan) terus berfokus untuk meningkatkan produktivitas dengan cara meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM pertanian. Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi mengatakan bahwa sudah saatnya generasi milenial terjun ke sektor pertanian. Beliau menilai sektor yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia ini membutuhkan sentuhan generasi milenial.

Syahrul Yasin Limpo selaku Menteri Pertanian menegaskan komitmennya dalam menyiapkan SDM pertanian yang berjiwa wirausaha.Oleh karenanya, salah satu program utama Kementerian Pertanian dalam menjamin produktivitas, kontinuitas dan ketahanan pangan, adalah penumbuhan 2,5 juta pengusaha pertanian milenial sampai dengan tahun 2024” ujarnya.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menyampaikan bahwa pertanian merupakan sektor yang sangat menjanjikan. Menurutnya, meskipun banyak tantangan bagi para pengusaha pertanian muda, namun banyak pula kesempatan yang terbuka bagi para pemuda untuk berkontribusi di bidang pertanian.

Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melalui Pusat Pendidikan Pertanian melaksanakan Koordinasi Teknis Pendampingan Mahasiswa 2021 dan Penyusunan Revisi Renstra Pendidikan Vokasi Pertanian 2020-2021, 14 Oktober – 17 Oktober 2021 di Sorong, Papua Barat. 

Pendampingan mahasiswa, alumni, dan siswa bertujuan dalam pencapaian program Ketersediaan Pangan dan Padat Karya, untuk memberikan manfaat bagi pelaku utama dan pelaku usaha di Kawasan Pertanian, terutama pada penerapan teknologi pertanian guna pengembangan ketersediaan pangan, dengan fokus pendampingan perkembangan food estate serta kawasan pertanian. 

Pendampingan mahasiswa, alumni, dan siswa dilakukan dengan beragam jenis kegiatan seperti pembekalan, koordinasi dan sinkronisasi program yang dilaksanakan di tingkat pusat, wilayah, dan perguruan tinggi. Sementara itu, pendampingan petani mencakup perencanaan dan pelaksanaan usaha tani, introduksi teknologi dan kelembagaan petani, monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh Panitia Kerja Tingkat Pusat, Kelompok Kerja Wilayah Koordinasi, Kelompok Kerja Pendampingan dan Pelaksana berupa identifikasi serta penyelesaian permasalahan produksi pangan dan pelapor. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan minat generasi muda untuk mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia.

Penulis : Wanda Marissa | Illustrator : Arsy Eric

Referensi :

  1. https://m.liputan6.com/amp/4688107/tak-lekang-oleh-waktu-pertanian-ciptakan-lapangan-kerja-bagi-generasi-milenial
  2. https://m.tribunnews.com/amp/bisnis/2021/07/12/generasi-milenial-diharapkan-bisa-berkarya-di-sektor-pertanian
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.