Tanggal :24 May 2022

Produktivitas Berkurang? Kenali Gejala Burnout

Sumber : WBUR

Hai Smart People! Apakah Kamu pernah merasa lelah secara fisik dan emosional akibat ekspektasi pekerjaan tidak berjalan sesuai yang dibayangkan? Kondisi ini disebut sebagai burnout syndrome. Jika terjadi terus menerus dan dibiarkan, Kamu akan mulai kehilangan minat pada pekerjaan dan tidak lagi menemukan motivasi untuk bekerja yang berakibat pada menurunnya produktivitas Kamu.

Istilah burnout diperkenalkan pertama kali pada tahun 1974 oleh seorang psikolog bernama Herbert Freudenberger. Ia menulis tentang fenomena burnout dalam sebuah artikel pada tahun 1974. Saat itu, Freudenberger yang bekerja sebagai psikiater di salah satu klinik kecanduan obat di New York melihat bahwa banyak tenaga relawan mengalami penurunan motivasi dan komitmen kerja yang disertai dengan gejala kelelahan fisik dan mental. Freudenberg mendefinisikan burnout sebagai “keadaan kelelahan mental dan fisik yang disebabkan oleh kehidupan profesional seseorang”.

Tanda-tanda penting terjadinya burnout dilansir dari blog.rescuetime.com, dapat dilihat seperti Kamu menjadi lebih sensitif dan emosional. Pada tingkat tertentu burnout akan mempengaruhi pekerjaan dan cara Kamu memandang dirimu sendiri, seperti mulai merasa apatis dan tidak produktif dalam bekerja. Sebagai bentuk kelelahan mental yang dapat mempengaruhi fisik, burnout akan membuat Kamu merasa lelah sepanjang waktu dan tubuhmu akan lebih rentan terhadap penyakit seperti sakit kepala saat kerja, flu, hingga demam.

Burnout harus segera ditangani agar tidak memberikan dampak yang berkelanjutan, berikut ini adalah beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengatasi burnout dilansir dari hellosehat.com.

1. Relaksasi

Sumber : Elias Jonassonn, Unsplash

Kegiatan sederhana seperti membaca buku, menonton film hingga meditasi dapat membantu Kamu untuk mengatasi burnout. Lakukan kegiatan-kegiatan yang membuat Kamu gembira, karena take a break itu juga penting lho!

2. Tidur Cukup

Sumber : Hatch

Setelah lelah bekerja dan beraktivitas, tubuh memerlukan istirahat agar dapat berfungsi secara optimal. Maka dari itu, tidur yang cukup akan mempengaruhi kebugaran tubuh Kamu.

3. Olahraga dan Aktivitas Fisik

Sumber : Chander R, Unsplash

Berjalan di sore hari, melakukan yoga dan workout sederhana akan membantu Kamu merasa lebih fresh dari sebelumnya. Aktivitas ringan di luar rumah seperti berkebun juga berguna untuk mengatasi burnout yang dialami.

Apabila Smart People merasa sedang mengalami burnout, ada baiknya untuk berbicara mengenai kondisi Kamu kepada orang terdekat terlebih dahulu, baik rekan kerja maupun keluarga. Memendam masalah dan kelelahan hanya akan menambah stres dan mempengaruhi kondisi kesehatan. Maka dari itu, bercerita kepada orang terdekat akan membantu Kamu merasa lebih baik. Setelahnya Kamu dapat melakukan check up kepada professional. Jangan melakukan diagnosa sendiri ya, semoga artikel ini membantu!

Penulis : Mia Patricia | Ilustrasi : Rizky Sabilurrasyid

Referensi:

  1. https://glints.com/id/lowongan/burnout-adalah/#.YWacuRpBzIU
  2. https://hellosehat.com/mental/stres/burnout-syndrome/
  3. https://www.kejarmimpi.id/kenali-sindrom-burnout-supaya-proses-kejarmimpi-kamu-lebih-lancar.html
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »