Tanggal :10 December 2022

Perwujudan Smart City Perlu Berbagi Pengetahuan dan Pengalaman Antar Daerah, Kata Kemendagri

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal menyampaikan pengembangan konsep kota cerdas atau smart city butuh pengetahuan dan berbagi pengalaman antar kabupaten dan kota di Indonesia. 

Terutama dalam menyusun strategi untuk mewujudkan perkotaan cerdas yang kompak, nyaman, efisien dan berkelanjutan. Hal ini disampaikan saat beliau menghadiri Rapat Kebijakan Standar Pelayanan Perkotaan Cerdas Berkelanjutan di hari Selasa, 1 November 2022. 

Menurutnya, daerah-daerah champion perlu dijadikan contoh. Per 1 November 2022 kemarin, terdapat 548 daerah otonom di Indonesia yang dapat diarahkan untuk membangun ekosistem digital yang komprehensif di daerahnya masing-masing. 

Selain itu, beliau juga mengingatkan posisi Indonesia yang akan memegang kepemimpinan ASEAN Smart City Network (ASCN) pada 2023. Indonesia akan memiliki 10 kota cerdas yang dijadikan percontohan di tingkat internasional. 

Tahun ini, Indonesia sudah memiliki 3 daerah smart city yaitu DKI Jakarta, Kota Makassar dan Banyuwangi. Kemudian akan dipilih 7 daerah lagi.

Safrizal juga mengatakan penerapan kota cerdas bukan hanya memahami penggunaan TIK dan melupakan tujuan kota dalam melayani warganya melalui penyelenggaraan pemerintahan yang lebih bersih dan akuntabel serta efektif dan efisien, sehingga dapat tercermin dalam peningkatan Indeks SPBE Nasional dan peningkatan E-Government Development Index (EGDI) Indonesia.

Smart city bukan soal aplikasi. Saat ini, sudah ada lebih dari 3.400 aplikasi yang dikembangan dan perlu adanya integrasi yang terstandarisasi. 

Menurut Anda, apa hal lain yang diperlukan untuk mewujudkan smart city? Pelajari selengkapnya di akun Instagram @citiasiainc dan @smartnation.id 

Referensi

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »