Tanggal :21 May 2022

Persaingan Digital di Ibu Kota Baru (IKN) Nusantara

Gambar 1. Design by: Sumanto

Pemerintah memperkenalkan nama ibu kota negara baru sebagai “Nusantara”. Nama tersebut telah disetujui Presiden Joko Widodo. Penamaan Ibu Kota Negara Nusantara pertama kali diungkap oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam rapat Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (17/1/2022). 

Hal-hal lainnya terkait pemindahan ibu kota negara juga terus disiapkan mulai dari penyusunan rancangan undang-undang, infrastruktur, dan lainnya. Rancangan infrastruktur ibu kota negara baru pun telah disiapkan. Dalam video yang pernah dibagikan akun Twitter dan Instagram resmi presiden, @jokowi, nampak ibu kota negara dirancang dengan konsep smart city dan eco friendly

Melihat rancangan tersebut, daya saing digital dan investasi calon ibu kota negara di Kawasan Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur diperkirakan akan meningkat. Bahkan bisa mengalahkan provinsi di wilayah Pulau Jawa. 

Direktur Riset Katadata Insight Center Mulya Amri mengatakan, berdasarkan laporan East Ventures Digital Competitiveness Index (EV-DCI) 2021, Kalimantan Timur, menempati posisi ke-7 provinsi di Indonesia dengan daya saing digital tertinggi. Posisinya masih kalah dibandingkan provinsi-provinsi di Pulau Jawa dan Bali. 

Mulya mengatakan daya saing digital Kalimantan Timur masih kalah dibandingkan provinsi-provinsi di wilayah Pulau Jawa dan Bali karena beberapa faktor, salah satunya Sumber Daya Manusia (SDM) digital yang kurang. Sebab, di provinsi yang akan jadi ibu kota negara baru itu masih minim perguruan tinggi yang menawarkan program pendidikan terkait dengan digital. 

Selain itu, dalam Peraturan Menteri Nomor 2 Tahun 2021 tentang Rencana Strategis Kementerian Kominfo 2020-2024, ibu kota negara baru akan menjadi salah satu wilayah yang pertama mengadopsi teknologi internet generasi kelima atau 5G. Ibu kota negara baru itu ditargetkan terkoneksi 5G pada 2024. 

Sementara, persaingan digital telah merambah ke Perusahaan teknologi Biznet yang menyiapkan rencana ekspansi jaringan kabel fiber optic (FO) ke sejumlah kota di Indonesia pada tahun ini. Perusahaan teknologi terpadu ini menganggarkan belanja modal US$ 200 juta. 

Target pembangunan jaringan itu adalah 10.000 km dan 800.000 homepass. Perluasan itu antara lain ekspansi jaringan internet cepat ke Balikpapan dan Samarinda untuk mendukung proyek ibukota baru Nusantara di Penajam, Kalimantan Timur. Strategi perluasan jaringan Biznet ini bertujuan untuk mengurangi kesenjangan digital sehingga terjadi pemerataan akses internet di seluruh Indonesia.

Penulis: Sadam Khadafi | Illustrator: Sumanto

Referensi

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »