Tanggal :24 May 2022

Perkembangan Satelit di Indonesia

Gambar 1. Design By: Sumanto

Apa yang terlintas di benak Anda saat mendengar kata satelit? Mungkin banyak diantara kita yang mengartikan bahwa satelit merupakan benda yang sengaja diciptakan manusia kemudian diletakan di luar angkasa. Definisi tersebut tidak salah, namun arti dari satelit sebenarnya lebih luas dari itu. Sebelum membahas lebih jauh mengenai satelit. Tak ada salahnya jika mengulas terlebih dahulu mengenai definisi dari satelit. Menurut penjelasan Jurnal Ilmiah dari Puslitbang Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, Satelit merupakan suatu benda yang beredar di ruang antariksa dan mengelilingi bumi, berfungsi sebagai stasiun radio yang menerima, memproses dan memancarkan kembali sinyal komunikasi radio. 

Menurut Priyanto (2020), satelit memegang peranan penting dalam menyatukan Indonesia, yang merupakan Negara kepulauan. Indonesia menjadi Negara ketiga di dunia yang mengoperasikan Sistem Komunikasi Satelit Domestik (SKSD) pada tahun 1976. Saat ini ada beberapa satelit yang diluncurkan Indonesia yang ditempatkan di orbit geostasioner. Salah satunya Satelit Merah Putih milik Telkom Indonesia, diluncurkan pada tahun 2018. Dalam berita timesindonesia.com dijelaskan bahwa satelit ini diluncurkan dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat pada Selasa (7/8/2018). 

Gambar 2. Sumber : berbagisemangat.com

Menurut Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Alex J. Sinaga mengatakan dalam berita timesindonesia.co.id bahwa Keberhasilan peluncuran ini sekaligus menandai 42 tahun kiprah PT Telkom Indonesia dalam bisnis dan pengoperasian satelit telekomunikasi untuk Indonesia serta bertepatan dengan HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia. “Keberadaan Satelit Merah Putih diharapkan dapat mendorong pembangunan masyarakat digital Indonesia dan memperkuat peran Telkom sebagai enabler dalam kemajuan ekonomi digital nasional,” ujar Beliau. 

Untuk diketahui, Satelit Merah Putih merupakan satelit telekomunikasi yang memiliki kapasitas lebih besar dan jangkauan lebih luas dibandingkan satelit milik Telkom sebelumnya. Selain itu, Satelit Merah Putih dibangun menggunakan teknologi Fiber Optic Gyro, sehingga memiliki kestabilan lebih tinggi. Satelit Merah Putih ini memiliki kapasitas 60 active transponders, terdiri dari 24 Standard C-Band dan 12 Extended C-Band yang menjangkau Asia Tenggara serta 24 Standard C-band yang menjangkau Asia Selatan. Satelit ini akan menempati slot orbit 108 derajat Bujur Timur (BT) atau di atas wilayah sekitar Selat Karimata. 

Kehadiran Satelit Merah Putih akan melengkapi dua satelit Telkom lainnya yang masih aktif beroperasi, yaitu Telkom 2 dan Telkom 3S. Satelit Merah Putih dibangun oleh perusahaan pembuat satelit komersial dan perangkat antariksa asal Amerika, Space System Loral (SSL) yang dibangun sejak awal 2016 ini dihantarkan menuju orbit menggunakan roket flight-proven Falcon 9 milik SpaceX, perusahaan jasa peluncuran asal Amerika yang memiliki success rate peluncuran yang cukup tinggi yaitu sekitar 98 persen (dilansir dalam berita timesindonesia.co.id).

Gambar 3. Sumber : money.kompas.com

Keberhasilan peluncuran Satelit Merah Putih diharapkan dapat memenuhi kebutuhan frekuensi sinyal nasional, mengingat satelit merupakan infrastruktur komplemen yang dibutuhkan untuk menjangkau wilayah-wilayah dengan karakteristik topografi negara kepulauan seperti Indonesia. Satelit Merah Putih akan berperan penting dalam menghadirkan layanan komunikasi broadband di area-area yang tidak dapat dijangkau oleh teknologi fiber optik maupun sistem komunikasi lainnya, khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). 

Oke, Itulah smart people, informasi mengenai perkembangan satelit di Indonesia mulai dari mekanisme peluncuran satelit ke luar angkasa hingga penggunaan teknologi yang saat ini sangat berkembang yang mungkin akan berkembang lagi seiring perkembangan zaman dan inovasi.

Penulis: Sadam Khadafi | Illustrator: Sumanto

Referensi

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »