Tanggal :24 May 2022

Perjalanan Startup Tak Melulu Indah, Begini Cerita Sayurbox

Sumber: Hubster

Pesatnya perkembangan perusahaan rintisan (startup) seperti Gojek dan Traveloka kerap menjadi acuan banyak orang untuk berlomba-lomba menjadi founder dan membangun perusahaannya sendiri. Konteks startup kini identik dengan perusahaan yang bergerak cepat dan terkenal di kalangan kaum muda. Namun, perjalanan startup untuk mendapatkan perhatian dan suntikan dana dari investor tidak mudah. Salah satu startup yang sempat mengalami ini adalah Sayurbox.

Sayurbox didirikan oleh Amanda Susanti Cole bersama Metha Trisnawati dan Rama Notowidigdo dengan memakai konsep bisnis farm-to-table. Konsep ini memungkinkan konsumen bisa memperoleh berbagai sayur dan buah segar berkualitas langsung dari petani dan produsen lokal.  Kehadiran Sayurbox diharapkan dapat memotong rantai supply yang sangat panjang sehingga dapat berdampak pada peningkatan pendapatan petani dan harga yang diperoleh pembeli bisa menjadi lebih murah.

Walau menjalankan ide yang cemerlang, Sayurbox sempat hampir bangkrut karena keterbatasan dana akibat tidak adanya funding. Tak sampai disitu, Sayurbox juga harus menghadapi tantangan ketidakpuasan pengguna dengan aplikasi yang diluncurkan. Banyak pengguna yang komplain karena aplikasi Sayurbox mengalami server down. Tekanan dari investor juga turut menghiasi deretan tantangan yang dihadapi oleh startup ini. 

Sumber: KrASIA

Tapi tentunya tantangan tersebut tidak menjadi alasan untuk Sayurbox berhenti beroperasi. Sayurbox berhasil bangkit dengan membangun infrastruktur logistik. Adanya pandemi Covid-19 juga membuat Sayurbox mengalami peningkatan konsumen karena kebijakan pemerintah untuk mendorong masyarakat agar tetap berada di rumah. Dengan adanya Sayurbox, masalah yang dihadapi masyarakat untuk membeli kebutuhan pokok tanpa keluar rumah dapat dilakukan dengan mudah.

Tahun ini, Sayurbox telah menutup putaran pendanaan seri B yang dipimpin oleh PT Astra Digital International dan Syngenta Group Ventures. Co-Founder sekaligus Chief Executive Officer Sayurbox, Amanda Susanti mengatakan bahwa dana segar tersebut akan digunakan untuk mendorong pertumbuhan bisnis. Salah satunya untuk mempercepat pertumbuhan rantai pasok di wilayah operasional seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), Surabaya, dan Bali.

Tantangan yang dihadapi Sayurbox tidak membuat startup ini berhenti. Kesuksesan yang dicapai juga tidak terjadi secara instan, diperlukan konsistensi dalam membangun startup dan pemanfaatan peluang serta momentum untuk perkembangan bisnis. Bagaimana dengan Smart People? Adakah rencana untuk membangun startup depannya?

Penulis: Mia Patricia | Illustrator: Rizky Sabilurrasyid

Referensi:

  1. https://bigalpha.id/news/mengenal-sayurbox-alternatif-belanja-sayur-dan-buah-online
  2. https://hits.zigi.id/kisah-sukses-amanda-susanti-berhenti-kerja-demi-bisnis-sayurbox-1679
  3. https://katadata.co.id/desysetyowati/digital/6088d975c51b8/disuntik-rp-72-miliar-dari-astra-sayurbox-ekspansi-ke-luar-jawa
  4. https://www.goodnewsfromindonesia.id/2018/01/29/startup-karya-anak-bangsa-ini-bercita-cita-menyejahterakan-para-petani-di-indonesia
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »