Tanggal :24 May 2022

Peran Digital Repository Dalam Menunjang Mahasiswa di Perguruan Tinggi

Gambar 1. Design by: Sumanto

Kehidupan manusia tidak pernah lepas dari teknologi informasi. Pengembangan teknologi informasi terus diupayakan demi kemudahan manusia dalam menjalankan setiap aktivitasnya. Berbagai manfaat dapat diperoleh manusia dari pemanfaatan teknologi informasi. Salah satunya adalah membantu manusia dalam menjalankan proses pendidikan. Perguruan tinggi sebagai salah satu institusi pendidikan diwajibkan untuk menyusun riset/penelitian dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam pelaksanaan riset/penelitian, sumber referensi/literatur yang lengkap dan komprehensif sangat diperlukan agar hasil riset/ penelitian dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan (Akhmadi, 2017). 

Dalam perkembangan dunia teknologi yang semakin pesat ini, segala aspek kehidupan tak luput dari pengaruh teknologi termasuk dalam bidang pendidikan. Perpustakaan yang awalnya hanya dapat diakses di satu tempat kini dapat diakses di berbagai tempat dan waktu. Melalui digital repository, masyarakat kini semakin dimudahkan dalam mencari berbagai sumber pengetahuan dalam waktu dan tempat yang tidak terbatas. Digital repository berasal dari perpaduan dua konsep, yaitu digital library dan institutional repository (Akhmadi, 2017).

Gambar 2. Sumber : blog.i2s.fr

Terkadang para peneliti/mahasiswa di perguruan tinggi mengalami kesulitan dalam mencari sumber referensi berupa karangan ilmiah karena keterbatasan akses atau berbayar. Kemunculan beberapa media publikasi penelitian berbasis online dapat digunakan oleh para peneliti untuk mencari artikel ilmiah sesuai dengan topik riset yang sedang dilaksanakan. Salah satu diantaranya adalah fasilitas digital repository melalui Google Scholar. Dengan Google Scholar, para civitas akademika dapat mencari karangan ilmiah sesuai dengan topik yang dibutuhkan dosen dan mahasiswa. Google Scholar ikut berperan dalam memberikan perlakukan khusus bagi publikasi yang sering dikutip dari institusional repository asal. Google Scholar akan menempatkan jurnal yang sering dikutip dari situs asal pada posisi yang lebih tinggi dalam hasil pencariannya.

Sementara itu, tingkat keamanan dari suatu website digital repository ini sudah diberikan proteksi yang dilakukan sesuai dengan standar keamanan data yang telah ditetapkan oleh pihak kampus. Dengan mempublikasikan sebuah karya ilmiah ke dalam digital repository, secara tidak langsung telah melabelkan hak cipta tersebut ke dalamnya (https://multisite.itb.ac.id/). 

Koleksi digital repository merupakan koleksi non cetak. Koleksi ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan koleksi tercetak, antara lain pengguna lebih cepat dan mudah dalam memperoleh informasi (Kusmayadi, 2008). 

Adapun pengoptimalan digital repository dalam menunjang penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa/dosen yaitu (Qurotianti & Rokhimatun, 2019):

1. Pendidikan

Semakin berkembangnya informasi dan ilmu pengetahuan yang semakin beragam menuntut civitas akademika khususnya mahasiswa untuk mencari akses referensi yang mudah, tepat, dan efisien demi memenuhi kebutuhan informasi yang sesuai.

2. Penelitian

Dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, pengimplementasian suatu penelitian kepada mahasiswa dilakukan untuk menunjang kebutuhan mencari referensi untuk menulis skripsi, thesis, atau disertasi. 

3. Pengabdian Kepada Masyarakat

Sejatinya, mahasiswa maupun dosen dituntut untuk melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan mengimplementasikan ilmu-ilmu yang telah dipelajari di perguruan tinggi, serta diharapkan dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakat luas.

Gambar 3. Sumber : subr.libguides.com

Dengan demikian, adanya digital repository ini memungkinkan pengguna untuk mengakses seluruh informasi secara online dalam format digital sehingga masyarakat semakin dimudahkan dengan kemudahan akses dan kemapanan tempat. Dalam perkembangannya, digital repository menawarkan berbagai macam kemudahan. Sudah banyak perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia yang mengimplementasikan digital repository ini. Seperti repository Unair, Ugm, Undip dan sebagainya.

Penulis: Sadam Khadafi | Illustrator: Sumanto

Referensi:

  1. Akhmadi Heru M. 2017. “Peran Digital Repository Dalam Penelitian Bidang Keuangan Negara”, Jurnal Manajemen Keuangan Publik. Politeknik Keuangan Negara STAN. 
  2. https://multisite.itb.ac.id/perpustakaan/wp-content/uploads/sites/163/2016/09/Pemanfaatan-DIGITAL-LIBRARY.pdf
  3. Kusmayadi, Eka. 2008. Akses dan Pemanfaatan Pangkalan Data Jurnal Ilmiah. Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian
  4. Qurotianti A & Rokhimatun F. 2019. “Optimalisasi Pemanfaatan Akses Digital Repository dalam Menunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi (Studi Kasus di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)”, Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. 
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »