Tanggal :1 July 2022

Pengembangan Transportasi Aerial Cable Car di Indonesia

Design By : Sumanto

Aerial cable car merupakan moda transportasi yang belum dikenal luas di Indonesia namun sudah sangat populer di negara-negara maju dalam menunjang sektor wisata, pelayanan kawasan khusus, dan transportasi umum. Aerial cable car merupakan teknologi transit tidak bermotor yang didorong oleh kabel baja dan memiliki komponen utama: alat pengangkut/kabin, stasiun, tower/tiang, kabel, dan sistem evakuasi dan penyelamatan (Alshalalfah, 2012 dan Elyaris, 2017). Teknologi cable car terbagi dua jenis yaitu aerial tramways dan gondola. Aerial tramways terdiri dari pengangkutan tunggal (single haul) dan pengangkutan ganda (dual haul). Gondola terdiri dari pengangkutan dengan sistem gondola monokable (monocable detachable gondola/MDG), gondola bikabel (bicable detachable gondola/BDG) dan gondola trikable (tricable detachable gondola/TDG) (Sutopo, dkk, 2019).

Sumber : htserbiserbainfo.blogspot.com

Keunggulan sistem cable car dalam aspek ekonomi, diantaranya yaitu, (Sutopo, dkk, 2019) : 

  1. Berkapasitas tinggi, dapat menampung hingga 5000 penumpang per jam, dan hemat energi.
  2. Membutuhkan lahan yang minim sehingga ideal untuk kawasan padat penduduk di mana sulit untuk membangun infrastruktur kereta api.
  3. Membutuhkan biaya investasi, operasional dan perawatan yang rendah, diperkirakan hanya membutuhkan 50% dari biaya sistem trem dan 10% dari sistem kereta bawah tanah (subway).
  4. Dapat beroperasi tanpa pengemudi dan ditambah biaya pemeliharaan yang rendah menjadikan cable car alternatif pembiayaan tanpa subsidi.
  5. Membutuhkan waktu pembangunan yang singkat, hanya sekitar 1/3 dari waktu yang dibutuhkan oleh sistem lain.
  6. Dijalankan sebagai jalur transit udara dengan rute yang independen dimana menggunakan kabel secara eksklusif dan tidak terpengaruh oleh aturan atau kemacetan atau kecelakaan lalu lintas di jaringan jalan sehingga operasional dapat dilakukan secara nonstop dan menjamin ketepatan waktu dan konsistensi jadwal perjalanan
  7. Dapat dengan cepat dan mudah diterintegrasikan ke dalam sistem transportasi perkotaan eksistin
Sumber : korporat.ancol.com

Penggunaan cable car sudah diterapkan dibeberapa negara di dunia. Sedangkan di Indonesia, penerapan cable car sendiri masih terbilang minim. Hanya sedikit kawasan yang sudah menggunakannya untuk tujuan wisata diantaranya yaitu Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Taman Impian Ancol di Jakarta, dan Pulau Kumala Kalimantan Timur (Sutopo, dkk, 2019). Maka dari itu perancangan cable car di Indonesia dinilai penting untuk beberapa tahun kedepan, ini merupakan trobosan yang dinilai penting melihat semakin padatnya wilayah perkotaan, dan juga untuk menunjang fasilitas di area wisata seperti Puncak Bogor, Bandung, dan sejumlah Kota besar lainnya. (Bakhti Utama, dkk, 2020).

Penulis : Muhammad Sadam | Ilustrasi : Sumanto

Referensi: 

Sutopo, dkk., 2019. “Transportasi Aerial Cable Car dalam Pengembangan Wisata Tepian Pantai dan Konsep Integrasi Antarmoda di Kota Makassar”, Jurnal Transportasi Multimoda. Vol. 17. No. 45-58.Bhakti Utama, dkk., “Perancangan Interior Pada Transportasi Cable Car”, Jurnal Art of Design. Vol. 2.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »