Tanggal :26 September 2022

Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Menghadapi Bonus Demografi

Gambar 1. Design By: Sumanto

Dalam memasuki dunia pada era globalisasi, Indonesia akan banyak menghadapi tantangan-tantangan baru. Disisi lain juga dalam permasalahan internal dapat menjadi sangat penting untuk diperhatikan dan dijaga, serta isu-isu kritis yang sering muncul yakni adanya keinginan untuk dapat melakukan perbaikan di segala bidang termasuk pada sumber daya manusia. Sumber daya manusia sendiri merupakan penggerak roda pembangunan yang sangat krusial dan juga memiliki suatu peran yang signifikan terhadap majunya sebuah pembangunan yang baik. Kualitas sumber daya manusia yang tinggi merupakan komponen yang sangat penting di dalam setiap gerak pembangunan yang ada, sehingga hanya dari sumber daya manusia yang berkualitas tinggi dan baiklah yang akan dapat mempercepat serta memperlancar pembangunan bangsa ke arah yang lebih baik, maka kualitas sumber daya manusia sangat penting untuk dijaga dan dikembangkan (Pranoto, 2019).

Kemajuan teknologi yang semakin cepat di dalam dunia perindustrian juga membuat Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlibat di perusahaan-perusahaan pun harus lebih berkompeten. Pada tahun 2030 Indonesia akan mengalami bonus demografi yang berarti usia produktif (15-64 tahun) di suatu wilayah akan lebih besar dibanding dengan usia yang tidak produktif (https://kaltimprov.go.id/berita/). Melihat permasalahan tersebut, pemerintah Indonesia berusaha keras untuk melakukan program peningkatan kompetensi dalam Sumber Daya Manusianya bila tidak ingin menjadi bangsa yang lemah dan tersisih dari negara-negara yang lain pada masa mendatang. Pada era globalisasi seperti saat ini, sumber daya manusia yang telah menguasai IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) sangat diperlukan di dalam berbagai sektor (Pranoto, 2019).

Gambar 2. Sumber : blog.payrollbozz.com

Oleh karena itu, untuk menghadapi bonus demografi 2030 mendatang, Pemerintah daerah banyak meluncurkan program yang mendukung pembangunan SDM berkualitas. Salah satu Provinsi yang sudah bergerak dalam program tersebut adalah Pemprov Kalimantan Timur. Pemprov Kaltim sejak tahun 2009  telah meluncurkan program Beasiswa Kaltim Cemerlang (Cerdas, Merata dan Prestasi Gemilang) mulai tingkat SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak (2017) mengatakan, prioritas pembangunan Kaltim selain pembangunan infrastruktur adalah peningkatan kualitas SDM yang berkualitas pada semua bidang, tidak hanya pada bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga pada bidang lainnya seperti peningkatan SDM keagamaan melalui  kaderisasi ulama dan da’i yang harus terus dipersiapkan melalui program BKC. 

“Hal ini penting agar saat menghadapi bonus demografi 2030, Kaltim sudah siap dengan SDM yang berkualitas pada semua bidang. Diharapkan Kaltim mampu bersaing dengan daerah-daerah lainnya,  begitu juga  dengan negara ASEAN maupun dengan negera lainnya di dunia,” kata Awang Faroek Ishak (https://kaltimprov.go.id/berita/). 

Gambar 3. Sumber : sleekr.com

Di samping itu, kualitas sumber daya manusia ini menyangkut dua aspek yakni aspek fisik dan non fisik yang menyangkut kemampuan bekerja dan keterampilan-keterampilan lain. Oleh sebab itu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia ini juga dapat diarahkan kepada kedua aspek tersebut. Untuk meningkatkan kualitas fisik dapat diupayakan melalui program-program kesehatan dan gizi. Sedangkan untuk kualitas atau kemampuan-kemampuan non fisik tersebut sangat memerlukan upaya pendidikan dan pelatihan. Upaya inilah yang dimaksud dengan pengembangan sumber daya manusia. Mengingat faktor pendidikan sangat dibutuhkan dalam upaya membangun kualitas sumber daya manusia maka pemerintah harus menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama (Astuti & Soetarmiyati, 2016).

Dengan demikian, tanpa adanya dorongan pemerintah, pola pembangunan sumber daya manusia tidak akan berjalan dengan maksimal. Terlebih ditambah potensi bonus demografi di masa yang akan datang, membuat semua lapisan masyarakat harus bergotong royong agar bangsa ini dapat lebih bersaing dengan bangsa-bangsa lain. 

Penulis: Sadam Khadafi | Illustrator: Sumanto

Referensi:

  1. Astuti H.W. & Soetarmiyati N. 2016. “Mengukur Peluang dan Ancaman Bonus Demografi Terhadap Kualitas Sumber Daya Manusia dalam Pembangunan Ekonomi di Bandar Lampung. Jurnal Bisnis Darmajaya, Vol. 2. No. 1. 
  2. Humas Pemprov Kaltim. 2017. Sambut Bonus Demografi 2030 dengan SDM berkualitas. Dalam berita https://kaltimprov.go.id/berita/sambut-bonus-demografi-2030-dengan-sdm-berkualitas diakses pada tanggal 31 Oktober 2021.
  3. Pranoto Andi. 2019. “Presepsi Karyawan PT. Marimas Putera Kencana Semarang Mengenai Sertifikasi Kompetensi”. Thesis. Universitas Katholik Soegijapranata. 
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »