Tanggal :19 January 2022

Pengaplikasian Augmented Reality Guna Mendukung Pariwisata di Yogyakarta

Gambar 1. Sumber: By Sumanto (Ilustrasi)

Kota Yogyakarta adalah salah satu kota wisata di Indonesia. Yogyakarta merupakan salah satu tempat wisata yang ada di Indonesia yang berhasil menarik wisatawan lokal maupun mancanegara untuk datang (Hana, 2019:1).  Sejalan dengan itu, potensi pariwisata budaya yang sangat besar, mulai dari warisan leluhur, keindahan alam, peninggalan sejarah, budaya masyarakat, dan tradisinya (Ruswanto. Dkk, 2016:1). Berbagai kebutuhan wisata tersedia sangat lengkap di kota ini. Mulai dari hotel, sewa kendaraan, restoran, dan lain-lain. Pada situs internet terdapat banyak informasi mengenai penginapan dan objek wisata yang ada di Yogyakarta. Namun, dalam ketika mengakses situs internet tersebut dibutuhkan cara yang kurang praktis karena harus mencari satu-persatu laman web yang menyediakan informasi. Masyarakat sudah terbiasa dengan kehidupan yang praktis, cepat, dan efisien sehingga diperlukan sesuatu yang lebih mudah digunakan. 

Mencermati masalah tersebut. Pemerintah Kota Yogyakarta berinovasi untuk menghadirkan Augmented Reality pada destinasi wisata di Yogyakarta, implementasi tersebut guna mendukung Smart Branding pada elemen Smart City di Kota Yogyakarta. Augmented Reality (AR) adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi atau tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi, lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata. Salah satu contoh penerapan AR pada destinasi wisata di Yogyakarta adalah Peace Village (Desa Damai) di Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta. (https://republika.co.id/berita/trendtek/sains-trendtek/19/11/23/q1ewf4456-taman-augmented-reality-pertama-indonesia-hadir-di-jogja)

Gambar 2. Sumber: blog.gamatechno.com

Peace Village merupakan taman Augmented Reality pertama di Indonesia. Kami percaya, penerapan teknologi dalam taman ini akan mampu memberikan pengalaman yang lebih menyenangkan, sekaligus mendidik para pengunjung,” jelas Yenny Wahid, inisiator Peace Village (https://republika.co.id/berita/trendtek/sains-trendtek/19/11/23/q1ewf4456-taman-augmented-reality-pertama-indonesia-hadir-di-jogja). Dalam penggunaannya, setiap pengunjung akan dilengkapi dengan perangkat mobile yang memberikan pengalaman Augmented Reality. melalui perangkat tersebut, pengunjung harus menyelesaikan berbagai misi untuk berinteraksi dengan hewan-hewan virtual yang tersebar di dalam taman. Mereka juga dapat mempelajari karakteristik dari setiap hewan, serta menjawab pertanyaan. 

Selain itu, pengaplikasian AR ini juga diterapkan pada destinasi wisata sejarah, yaitu Keraton Kasultanan Yogyakarta. Augmented Reality menyajikan beragam informasi mulai dari sejarah-sejarah keraton, keturunan-keturunannya, warisan pusaka, warisan budaya, hingga kuliner khasnya (https://travel.kompas.com/read/2018/02/22/072100627/aplikasi-ini-sajikan-augmented-reality-bagi-turis-kunjungi-keraton). Menurut Pangeran Raja Arief Adipati Natadiningrat, Sultan Sepuh Cirebon yang juga sebagai Ketua Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) mengatakan pengaplikasian sistem Augmented Reality salah satu strategi meningkatkan citra, fungsi, dan peranan keraton, serta sebagai media edukasi pada masyarakat.

Pada implementasi Augmented Reality ini diharapkan meningkatkan Smart Branding, Smart Economy, dan Smart People di Kota Yogyakarta. Terlebih, Kota Yogyakarta masuk ke dalam daftar kota wisata yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Pemerintah Kota dan Pemerintah Pusat diharapkan memiliki sinergitas yang baik, sehingga percepatan informasi destinasi wisata ke masyarakat mudah tersampaikan. 

Ditulis oleh Sadam Khadafi

Sumber :

  1. Akbar Prambadi. 2019. Taman Augmented Reality Pertama di Indonesia Hadir di Jogja. Dalam berita https://republika.co.id/berita/trendtek/sains-trendtek/19/11/23/q1ewf4456-taman-augmented-reality-pertama-indonesia-hadir-di-jogja diakses pada tanggal 6 September 2021
  2. Hana Masitoh A., 2019. “Aplikasi Yogyakarta FUN GUIDE Untuk Perangkat Mobile dengan Teknologi Augmented Reality Berbasis Android”, Jurnal Ilmiah Informatika Komputer. Vol. 24 No. 1 hlmn 1. Universitas Gunadarma.
  3. Irzal Adiakurnia. 2018. Aplikasi Ini Sajikan Augmented Reality bagi Turis Kunjungi Keraton. Dalam berita https://travel.kompas.com/read/2018/02/22/072100627/aplikasi-ini-sajikan-augmented-reality-bagi-turis-kunjungi-keraton diakses pada tanggal 6 September 2021.
  4. Ruswanto Nanang, dkk., 2016. “Jogja Mobile Application Berbasis Augmented Reality Untuk Info Layanan Wisata Budaya”, Jurnal Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi. Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta.
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *