Tanggal :19 January 2022

Penerapan Solar Cell di Kota Jakarta

Energi merupakan salah satu faktor utama bagi terjadinya pertumbuhan ekonomi suatu negara. Hal ini sejalan ketika energi menjadi salah satu masalah utama yang dihadapi oleh hampir seluruh negara di dunia. Permasalahan energi menjadi semakin kompleks ketika kebutuhan yang meningkat akan energi dari seluruh negara di dunia untuk menopang kebutuhan ekonominya justru membuat persediaan cadangan energi konvensional menjadi semakin sedikit. 

Melihat permasalahan tersebut, PT Surya Utama Nuansa (SUN Energy) ikut ambil bagian dalam pengembangan Kota Pintar di DKI Jakarta. Salah satunya melalui pemanfaatan teknologi energi bersih dan ramah lingkungan dalam usaha membangun kota berkelanjutan. (https://www.merdeka.com/uang/wujudkan-smart-city-masyarakat-didorong-gunakan-listrik-dari-panel-surya.html?page=1, dilansir Merdeka.com). Sejak tahun 2014 hingga sekarang, pembangunan konsep Kota Pintar yang digagas Jakarta Smart City berfokus untuk mengkombinasi ekosistem kolaborasi. Pemerintah DKI Jakarta berperan sebagai collaborator dan dibutuhkan juga antusias dari para warga DKI Jakarta sebagai co-creator.

“Saat ini, kami sedang membangun pandemic proof city dengan harapan dapat meningkatkan kualitas standar kesehatan di DKI Jakarta. Bagaimana kami bisa menyediakan basic services yang berkelanjutan, meningkatkan taraf hidup masyarakat, dan menjadi advanced city. Pandemi ini juga mengubah sikap (behaviour) para masyarakat,” kata Direktur dari Jakarta Smart City Yudhistira Nugraha, dikutip Kamis (8/7). “Untuk itu masyarakat diminta berperan serta aktif dalam mewujudkan lingkungan hijau dengan memanfaatkan teknologi yang bersih dan ramah lingkungan,” lanjut dia.  (https://www.merdeka.com/uang/wujudkan-smart-city-masyarakat-didorong-gunakan-listrik-dari-panel-surya.html?page=1, dilansir Merdeka.com).

Untuk mewujudkan Smart City pada elemen Smart Environment di Kota Jakarta, pemerintah terus gencar mengedukasi masyarakat agar memanfaatkan panel surya sebagai energi ramah lingkungan teruntuk di rumah, perkantoran, dan tempat umum. Contoh implementasinya pada perhelatan Asian Games 2018, dengan memanfaatkan berbagai macam teknologi demi kelancaran acara tersebut. Pemprov DKI Jakarta, yang bekerja sama dengan PT Berau Coal, menyediakan Solar Charging Station. Terdapat 32 Stasiun Pengisi Listrik Bertenaga Surya yang dipasang di 15 lokasi penunjang Asian Games yang kesemuanya berada diatas lahan milik Pemprov DKI Jakarta (https://smartcity.jakarta.go.id/blog/385/solar-charging-station-di-venue-asian-games-2018). Selain itu, memperbanyak solar cell dilakukan juga di ruang terbuka hijau untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Hal yang sama dilakukan oleh belasan perusahaan di Jakarta guna mendukung energi terbarukan. Perusahaan-perusahaan tersebut antara lain, Bika Living, PT Bukit Jaya Semesta, Ciputra World II Jakarta, Dermaster, Grand Hyatt, PT Himawan Putra, Indonesia Utama Mineral, PT Mandala Putra Multinvest, PT Mega Manunggal Property Tbk, PT Monde Mahkota Biskuit, PT Mulia Bosco Sejahtera, Plaza Indonesia Realty Tbk, Tokopedia, dan Wisma 77. 

“Kami sangat senang ikut berpartisipasi sesuatu untuk lingkungan. Kami berharap dengan mendukung inisiatif ini, langkah maju mendorong perkembangan dan implementasi energi terbarukan di Indonesia, sekaligus mendukung upaya pemerintah. Kami sangat merasakan manfaat efisiensi energi,” VP of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak (dalam berita https://www.mongabay.co.id/2019/06/25/perusahaan-perusahaan-di-jakarta-ini-pasang-listrik-surya-atap/).

Selain itu, Smart Living menjadi elemen lainnya yang menyesuaikan dengan teknologi ramah lingkungan ini sehingga menjadi perpaduan yang menarik. Konsep Smart Living dapat diartikan sebagai suatu konsep yang mengintegrasikan aneka peralatan atau kebutuhan sehari-hari mulai dari tempat tinggal hingga tempat kerja dengan menggunakan teknologi. Dalam penggunaan panel surya di sektor rumah tangga, implementasinya dapat menghemat biaya listrik, ramah lingkungan, dan mudah dijangkau di lokasi terpencil.

Merujuk pada Perpres No 22 Tahun 2017 Tentang Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), bangunan pemerintah wajib memasang panel surya minimal 30% dari total luas atap. Untuk bangunan rumah mewah, apartemen, dan komplek perumahan wajib memasang minimal 25% dari luas atap. Untuk mewujudkan Kota Jakarta yang ramah lingkungan, perlu adanya komitmen dan aksi nyata mengadopsi panel surya untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. 

Ditulis oleh Sadam Khadafi

Sumber:

  1. Perusahaan-perusahaan di Jakarta Ini Pasang Listrik Surya Atap. 2019. Dalam berita https://www.mongabay.co.id/2019/06/25/perusahaan-perusahaan-di-jakarta-ini-pasang-listrik-surya-atap/ diakses pada tanggal 1 September 2021
  2. Solar Charging Station di Venue Asian Games 2018. 2018. Dalam berita https://smartcity.jakarta.go.id/blog/385/solar-charging-station-di-venue-asian-games-2018 diakses pada tanggal 31 Agustus 2021
  3. Wujudkan Smart City, Masyarakat Didorong Gunakan Listrik dari Panel Surya. 2021. Dalam berita https://www.merdeka.com/uang/wujudkan-smart-city-masyarakat-didorong-gunakan-listrik-dari-panel-surya.html?page=1 diakses pada tanggal 31 Agustus 2021
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *