Tanggal :21 May 2022

Pemkot Samarinda Perkuat Smart Tourism dalam Menyambut IKN

Sebagai salah satu kota penyangga Ibu Kota Negara (IKN) baru, kota Samarinda yang juga Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur dengan letak strategis dan memiliki Sungai Mahakam yang potensial, Pemerintah Kota Samarinda (Pemkot Samarinda) memperkuat smart tourism sebagai daya tarik sektor unggulan yang berpeluang di Ibu Kota Negara (IKN) baru.

Hal ini disampaikan Wali Kota Samarinda yang diwakilkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda Dr. Sugeng Chairuddin dalam FGD Masterplan Smart City Kawasan IKN baru garapan Kementerian Kominfo dengan pendamping para pakar Universitas Gajah Mada (UGM) secara virtual diikuti Samarinda, Balikpapan, PPU, Paser, Kutai Kartanegara dan Kutai Barat, Jumat (26/11/2021).

“Presiden Indonesia, Bapak Joko Widodo, dalam suatu kesempatan menyatakan bahwa salah satu pilar kelemahan pariwisata Indonesia adalah kesiapan teknologi informasi. Di sinilah Smart Tourism berperan untuk membuat pengelolaan tempat wisata menjadi lebih baik. Hadirnya teknologi dalam industri pariwisata telah menciptakan lingkungan baru dalam dunia pariwisata. Istilah populer yang merujuk pada kondisi tersebut adalah Smart Tourism,” ucap Sugeng yang membacakan sambutan Wali Kota.

Sugeng juga menambahkan, Smart Tourism merupakan salah satu pilar dari program Smart City Kota Samarinda, serta menjadi salah satu unsur penting dari Smart Economy. Smart Tourism didefinisikan sebagai platform pariwisata terintegrasi. Menurut Sugeng, platform tersebut mengintegrasikan peran teknologi informasi dalam memberikan informasi dan layanan yang mudah, terjangkau, dan efisien untuk wisatawan.

Ia menyampaikan Samarinda memiliki “Santer Samarinda”, yaitu salah satu aplikasi terintegrasi yang berisi informasi lengkap mengenai promosi agenda pariwisata tahunan di Kota Samarinda, seperti video profil, destinasi wisata, kuliner, hiburan, dan lain-lain. 

“Beberapa kawasan wisata di Samarinda yang telah direvitalisasi dengan konsep masterplan smart city diantaranya kawasan Citra Niaga, Taman Tepian Mahakam, dan Mahakam Lampion Garden” katanya.

Ia juga mengajak kabupaten/kota sekitar untuk bersinergi mengembangkan paket wisata terintegrasi, seperti Kawasan Sungai Mahakam yang melintasi beberapa kabupaten/kota. “Selain itu, saya juga mengusulkan adanya Tourism Center yang terintegrasi sinergis dengan Kabupaten dan Kota di sepanjang daerah Aliran Sungai Mahakam,  baik offline maupun online” ujarnya.

Sugeng menyatakan saat ini Samarinda memiliki dua dermaga yang dapat mendukung smart tourism tersebut yaitu dermaga Mahakam Ilir, dan dermaga Mahakam Ulu. Kedua dermaga ini sudah direvitalisasi sehingga siap melayani dan mengantarkan wisatawan menggunakan kapal wisata yang nyaman ke kawasan hulu Sungai Mahakam yang juga memiliki destinasi wisata yang otentik seperti Danau Semayang, Desa Pela dan sebagainya.

Oleh karena itu, jika rencana intregasi pariwisata ini berjalan optimal, diyakini dampak positifnya akan dapat langsung dirasakan oleh semua kabupaten/kota sekitarnya. Selain itu, peran teknologi informasi dapat membantu memberikan informasi dan layanan yang mudah, terjangkau, dan efisien untuk wisatawan.

Penulis: Wanda Marissa | Illustrator: Arsy Eric

References

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »