Tanggal :2 July 2022

Pemkab Muaraenim Mendukung Penuh Program Smart Regency

Bupati Muaraenim yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Pemkab Muaraenim Panca Surya Diharta, SH mengungkapkan Pemkab Muaraenim mendukung penuh terlaksananya Program Smart City di Kabupaten Muaraenim untuk masuk dalam 100 Smart City Nasional pada pembukaan Sosialisasi dan Branding Muaraenim Smart Regency di ruang rapat Bappeda Muaraenim, Kamis (19/10/2017).

Orientasi pengembangan daerah yang pintar adalah untuk menyelesaikan permasalahan publik. Konsep kota pintar tidak hanya diaplikasikan di kota namun juga di kabupaten dan desa. Misalnya, di Kabupaten Banyuwangi yang sukses dan mampu mengembangkan wilayah pintar dengan mengedepankan regency berbasis kampung.

Trend pembangunan di Indonesia pun sama, berlomba-lomba untuk menjadi daerah pintar atau daerah cerdas (smart city untuk kota atau smart regency untuk kabupaten). Pemkab Muaraenim pun juga tidak ingin ketinggalan dengan perkembangan zaman untuk kebutuhan warganya dengan segera mengadopsi pendekatan smart regency.

Kepala Bappeda Muaraenim Dr. A. Najib didampingi tim Pendamping Daerah Menuju 100 Smart City Nasional dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Hari Kusdaryanto dan Fitrah Rachmat Kautsar menyampaikan bahwa sudah saatnya Muaraenim melakukan revolusi digital berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang saat ini sedang melanda dunia, membawa perubahan drastis di berbagai sektor kehidupan, tak terkecuali untuk layanan publik. Layanan daring bertebaran, mulai dari transportasi ojek atau taksi, pembelian berbagai jenis barang lewat marketplace, keperluan akomodasi seperti tiket pesawat dan akomodasi hotel, layanan pemerintahan seperti dokumen kependudukan, dokumen keimigrasian, SKCK dari kepolisian, BPJS, dsb.

Hari Kusdaryanto menyampaikan, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan untuk keberhasilan implementasi smart city/smart regency. Pertama, komitmen pemimpin yang kuat dengan visi yang jelas. Pemimpin tidak hanya bupati atau walikota, tetapi juga lapis keduanya, yakni para kepala OPD sebagai penerjemah teknis visi dan misi smart regency. Smart city atau smart regency adalah ikhtiar bersama seluruh OPD, bukan milik satu atau dua OPD tertentu saja.

Kedua, smart regency tidak selalu bicara tentang teknologi informasi atau aplikasi saja. Sebuah inovasi harus bisa menjawab prioritas masalah daerah, mengembangkan potensi yang ada, dan memperbaiki layanan publik menjadi lebih cepat, efisien, transparan dan akuntabel.

Ketiga, selain mengembangkan inovasi layanan, perubahan mindset, cultureset dan pengembangan kapasitas SDM pemberi layanan (ASN) juga menjadi kata kunci keberhasilan program smart regency.

“Percuma membuat sistem online kalau belum bisa menutup celah pungli atau gratifikasi”,

“Pemanfaatan inovasi dan layanan harus bisa secara optimal diutilisasi oleh masyarakat banyak.” ujar Hari Kusdaryanto.

Tidak hanya pemerintahnya yang smart, masyarakat pun harus smart (smart people). Masyarakat yang melek teknologi mampu memanfaatkannya untuk pengembangan diri dan daya saing personal maupun kelompoknya secara positif. Dalam dua bulan berikutnya, tim dari Citiasia Inc bersama tenaga ahli dari ITB mendampingi Pemkab Muaraenim dalam penyusunan Rencana Induk dan implementasi program quick-wins smart regency untuk mewujudkan mimpi Muaraenim Smart Regency.

“Kita berharap bersamaan dengan perayaan hari jadi Kabupaten Muaraenim ke 71 bulan November mendatang, program Muaraenim Smart Regency sudah bisa diluncurkan,” ucap Hari Kusdaryanto.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »