Tanggal :19 January 2022

Nominasi ISNA 2015, 45 Daerah Menuju Smart Nation

Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sudah diambang pintu, sayangnya kesiapan daerah di wilayah Indonesia belum optimal.  Citiasia Center for Smart Nation melakukan studi sekaligus penelitian yang dilakukan sejak Maret 2015. Tujuannya untuk mengukur sejauh mana kondisi seluruh daerah di Indonesia.

Hasil studi Indonesia Smart Region Maturity Index (Indeks Kematangan Daerah Pintar), bakal diluncurkan pada malam penganugerahan Indonesia Smart Nation Award (ISNA) 2015 pada 20 Oktober 2015, di Hotel JS Luwansa, Jakarta. Citiasia bersama para juri sudah mengumpulkan 45 daerah yang dianggap sudah bisa melangkah menuju smart nation.

“Studi ini memiliki kelebihan untuk memberi peringkatan daerah terhadap daerah lainnya. Dalam studi serta penilaian dengan memanfaatkan metode big data analytic yang dikembangkan oleh Citiasia,Inc atau disebut Big CAT (Citiasia Tools for Big Data Analytic), yang memungkinkan diolahnya data yang berskala masif dan beragam secara cepat dan akurat,” kata Founder dan Chairman Citiasia Cahyana Ahmadjayadi, di Jakarta, Kamis (15/10).

Melalui Big Data itu, sambung Cahyana, akan diketahui daerah-daerah dengan raihan nilai indeks tertinggi. Indeks ini mengukur kondisi seluruh daerah di Indonesia. Indeks ini diukur berdasarkan data terpublikasi dari berbagai sumber seperti data kementerian/ lembaga, statistik wilayah seluruh indonesia, web resmi pemerintah daerah beserta analisis 72 media cetak nasional dan lokal serta 100 media online.

Dijelaskan, Indonesia smart region maturity index, pada dasarnya dihitung dari dua indeks penyusun, yaitu indeks kesiapan menuju daerah pintar (smart readiness index) dan indeks kinerja daerah pintar (smart region index). Di dalam smart readiness index, terdapat lima dimensi yang diukur, yaitu sumber daya alam, struktur, infrastruktur, suprastruktur dan kultur sebuah daerah.

Pada smart region index, terdapat enam dimesi yang diukur yaitu dimensi smart governance, smart branding, smart living, smart society, dan smart environment. Pada akhirnya, nilai indeks ini akan ditampilkan dalam bentuk rating. “ISNA ini pertama kali digelar dan akan berlangsung setahun tahun sehingga daerah di seluruh Indonesia berlomba ingin menjadi daerah yang pintar sekaligus rela membuka data informasinya kepada publik,” tambahnya

Ketua Dewan Juri ISNA 2015 Eko Indrajit menegaskan, indeks ini berguna untuk memberikan gambaran komprehensif tentang kondisi suatu kota, kabupaten, provinsi dalam sebuah ukuran yang mudah untuk dipahami. “Melalui Indonesia smart maturity index ini kita dapat mengukur nilai indeks Indonesia sebagai smart nation atau smart index,” katanya.

Penyusunan indeks ini bertujuan untuk menjadi salah satu acuan kondisi daerah-daerah untuk menuju Indonesia smart nation. “Sedangkan manfaat bagi daerah sendiri dengan disusunnya indeks ini adalah dapat menjadi alat ukur dan rekomendasi untuk melakukan berbagai inisiatif dalam pembangunan di daerahnya agar dapat menjadi daerah pintar,” ujarnya.

Berikut daftar daerah yang menjadi nominasi peraih penghargaan ISNA, yaitu daerah dengan raihan nilai tertinggi di Indonesia smart nation index.

Kabupaten besar (54 kabupaten populasi lebih 1 juta) terdiri Bandung, Banyuwangi, Bogor, Sleman, da Tangerang

Kabupaten menengah (127 kabupaten populasi 300.000-1 juta): Badung, Bantul, Boyolali, Gianyar dan Semarang

Kabupaten kecil (231 kabupaten populasi kurang 300.000): Bintan, Klungkung, Lampung Barat, Mukomuko, dan Pohuwato.

Kota besar (18 kota populasi lebih dari 800.000): Bandung, Bekasi, Depok, Semarang, dan Surabaya

Kota menengah (34 kota populasi 200.000-800.000): Balikpapan, Cimahi, Cirebon, Yogyakarta dan Surakarta

Kota kecil (41 kota populasi kurang 200.000): Batu, Blitar, Bontang, Madiun, dan Pasuruan

Provinsi besar (11 provinsi populasi lebih 5 juta): DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Banten

Provinsi menengah (14 provinsi populasi 2-5 juta): Aceh, Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan Selatan, dan Nusa Tenggara Barat

Provinsi kecil (9 provinsi populasi kurang 2 juta): Bengkulu, Bangka Belitung, Gorontalo, Kepulauan Riau dan Maluku. o ndy

 

Sumber
Read More

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *