Tanggal :14 August 2022

Mewujudkan SDM Unggul Melalui Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM)

Gambar 1. Design by: Sumanto

Pendidikan merupakan bagian penting bagi kehidupan manusia. Pendidikan harus memberikan berbagai macam perubahan bagi manusianya. Salah satunya adalah perubahan strata sosial individu, sehingga dalam memperoleh akses pendidikan harus sama dan merata (Widiyono, dkk, 2021). Implementasi pendidikan harus selalu berkembang sesuai dengan perkembangan zamannya karena pendidikan merupakan bekal yang harus dimiliki oleh manusia dalam menjalani kehidupan yang semakin maju dan berkembang. Berdasarkan hal tersebut, maka  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, Nadiem Anwar Makarim mencetuskan program “Merdeka Belajar” yang bertujuan untuk merespons kebutuhan pendidikan terhadap era revolusi industri 4.0.  

Gagasan Merdeka Belajar disusun oleh Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dengan mengutamakan implementasi nilai-nilai karakter supaya daya pikir, kreativitas setiap pelajar berkembang (Savitri, 2020).

Era revolusi industri 4.0 memiliki kebutuhan utama yakni mencapai penguasaan terhadap materi literasi terpadu dan berhitung. Dalam memaksimalkan penguasaan tersebut perlu dibuat sebuah terobosan di bidang pendidikan, salah satunya program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi lulusan, baik soft skills maupun hard skills, agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman, menyiapkan lulusan sebagai pemimpin masa depan bangsa yang unggul, bermoral dan beretika (Suhartoyo dkk., 2020). Merdeka belajar sendiri memiliki esensi bahwa peserta didik nantinya akan memiliki kebebasan dalam berpikir baik secara individu ataupun kelompok, sehingga pada masa mendatang dapat melahirkan peserta didik yang unggul, kritis, kreatif, kolaboratif, inovatif, serta partisipasi. Harapannya dengan adanya program merdeka belajar akan ada keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran akan semakin meningkat. (Siregar dkk., 2020).

Gambar 2. Sumber : carapandang.com

Kebijakan program Merdeka Belajar tidak hanya dicanangkan pada tingkat pendidikan dasar saja, namun juga dicanangkan untuk tingkat perguruan tinggi. Program merdeka belajar untuk tingkat perguruan tinggi diberi nama Kampus Merdeka Belajar. Dalam program kampus merdeka belajar terdapat berbagai macam kegiatan yang dapat dilaksanakan oleh para mahasiswa, salah satu contoh kegiatannya yakni program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB). 

Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) merupakan salah satu bagian dari program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Program MSIB ini sendiri memiliki tujuan untuk menyiapkan mahasiswa dalam menghadapi perubahan sosial, budaya, dunia kerja dan kemajuan teknologi yang pesat (http://dikti.kemdikbud.go.id/). Pelaksanaan Program MSIB maksimal 2 semester, memberikan pengalaman yang cukup kepada mahasiswa, pembelajaran langsung di tempat kerja (experiential learning). Selama program, mahasiswa akan mendapatkan hard skills (keterampilan, complex problem solving, analytical skills, dsb.), maupun soft skills (etika profesi/kerja, komunikasi, kerjasama, dsb.), (http://dikti.kemdikbud.go.id/).

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Nizam juga menyatakan bahwa program MBKM ini bertujuan untuk mendorong perguruan tinggi saling bergotong royong dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan inovasi perguruan tinggi yang relevan dengan keperluan dunia untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Hal ini disampaikan pada Kuliah Umum “Peran Pendidikan Tinggi dalam Mewujudkan SDM serta Kampus yang Unggul, Mandiri dan Berbudaya dalam Kerangka Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar”, Rabu (03/02/21) yang diselenggarakan oleh Universitas Balikpapan (Uniba), (dalam artikel http://dikti.kemdikbud.go.id/).  

Gambar 3. Sumber : www.pikiran-rakyat.com

Dalam kesempatan tersebut, Nizam menyampaikan, “Saat ini negara Indonesia sedang menyiapkan untuk dapat menikmati bonus demografi, namun hal ini dapat menjadi bencana apabila tidak disiapkan dengan kompetensi, kreativitas dan inovasi yang unggul, yang diperlukan dalam tantangan masa depan,” ujar Nizam (http://dikti.kemdikbud.go.id/).

Dengan demikian, melalui program MBKM, mahasiswa memiliki kebebasan dalam menjelajah ilmu yang dibutuhkan. Diharapkan nantinya mahasiswa lulus dengan memiliki kompetensi yang bermanfaat dalam pembangunan bangsa, mengembangkan potensi, cita-cita dan passion secara kuat. Untuk itu, dibutuhkan kolaborasi antara perguruan tinggi dan sektor industri. 

Penulis: Sadam Khadafi | Illustrator: Sumanto

Referensi:

  1. Herlina, Neni. 2021. Peningkatan Kualitas SDM dan Relevansi Pendidikan Tinggi melalui Kampus Merdeka. Dalam artikel https://dikti.kemdikbud.go.id/kabar-dikti/kabar/peningkatan-kualitas-sdm-dan-relevansi-pendidikan-tinggi-melalui-kampus-merdeka/ diakses pada tanggal 1 November 2021.
  2. Savitri, D. I. 2020. Peran Guru Sd Di Kawasan Perbatasan Pada Era Pembelajaran 5.0 Dan Merdeka Belajar. Seminar Nasional Pendidikan Dasar, 2, 274–279.
  3. Siregar, N., Sahirah, R., & Harahap, A. A. 2020. Konsep Kampus Merdeka Belajar di Era Revolusi Industri 4.0. Fitrah: Journal of Islamic Education, 1(1), 141–157.
  4. Suhartoyo, E., Wailissa, S. A., Jalarwati, S., Samsia, S., Wati, S., Qomariah, N., Dayanti, E., Maulani, I., Mukhlish, I., Rizki Azhari, M. H., Muhammad Isa, H., & Maulana Amin, I. (2020). Pembelajaran Kontekstual Dalam Mewujudkan Merdeka Belajar. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), 1(3), 161. https://doi.org/10.33474/jp2m.v1i3.6588
  5. Widiyono, A. Irfana, S. Firdausia, K. 2021. “Implementasi Merdeka Belajar Melalui Kampus Mengajar Perintis di Sekolah Dasar”. Jurnal Pendidikan SD, Vol. 16. No. 2. 
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »