Tanggal :24 May 2022

Menelusuri Keindahan Negeri Laskar Pelangi (Part I)

Saya Mentari Destriani salah satu intern divisi Smart City Analyst perusahaan Citiasia Inc. Perjalanan ini berawal dari ditugaskannya saya untuk  berpartisipasi dalam Kegiatan Penyusunan Masterplan Smart City dan Bimbingan Teknis Penyusunan Masterplan Smart City di Kabupaten  Belitung Timur – Kabupaten Belitung. Saat ini nama Belitung sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Tidak dapat dipungkiri, bahwa novel Laskar Pelangi merupakan salah satu penyulut yang membuat nama Belitung dikenal oleh jutaan orang. Bahkan ketika novel tersebut diadaptasi ke dalam bentuk film, Laskar Pelangi seolah-olah menyingkap eksotika pantai-pantai di Belitung. 

Kabupaten Belitung yang dulu ‘asing’, kini menjadi populer karena telah terekspos di jutaan mata wisatawan domestik dan asing. Sedangkan Kabupaten Belitung Timur terkenal dengan julukan “Negeri Laskar Pelangi”. Selain berjuluk “Negeri Laskar Pelangi”, Belitung Timur terkenal pula sebagai “Kota 1001 Warung Kopi”. Bahkan, Pemerintah Belitung Timur membuat tugu teko kopi untuk menunjukkan tradisi minum kopi yang dilakukan masyarakatnya. Hal tersebut membuat saya semakin penasaran tentang potensi dan karakteristik wilayah ini. 

Penugasan saya ke Belitung dan Belitung Timur tentu tidak sendirian, tim kali ini terdiri dari mentor saya Fitrah R. Kautsar dan kedua asistenya, rekan saya Athalia Elvaretta dan perwakilan dari kompas gramedia, Katharina Menge. Setelah tim saya tiba, kami langsung mengunjungi pantai Tanjung Kelayang. Pemilihan waktu yang baik karena kami memiliki kesempatan untuk melihat pelaksanaan acara adat “Buang Jong”, yaitu kegiatan mengantarkan perahu kecil yang di dalamnya terdapat sesajen, ayam dan lain-lain. Tradisi  “Buang Jong” dipercaya dapat menjaga keselamatan aktivitas nelayan. Tradisi ini rutin dilakukan setiap tahun.  

Setelah mengunjungi pantai Tanjung Kelayang, kami mampir ke Pusat Informasi Geologi Pulau Belitung atau Geological Information Centre of Belitung Island. Pusat informasi ini memiliki berbagai koleksi jenis batuan lengkap dengan sejarahnya, seperti Batupasir Kuarsa, Granodiorite, Adamelit, Granit, Basal Lava Bantal dan jenis batuan lainnya. 

Setelah mampir ke Pusat Informasi Geologi Pulau Belitung saya dan tim melanjutkan perjalanan ke  Nam Salu Open Pit Geosite. Nam Salu Open Pit Geosite merupakan destinasi wisata sejarah tambang timah primer yang terletak di Desa Senyubuk Kecamatan Kelapa Kampit Kabupaten Belitung Timur. Destinasi ini merupakan tambang terbuka pertama di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Batuannya menampilkan kekayaan geologi Belitung berupa lapisan metasedimen flysch dari Formasi Kelapa Kampit berumur Permokarbon (kurang lebih 300 juta tahun yang lalu) yang kaya timah dengan struktur geologi tersingkap berupa struktur drag fold (ExGeo). 

Selama dalam masa operasi komersial, penambangan dilakukan dari tahun 1980 sampai 1993 yang telah memproduksi sebanyak 500 ribu ton bijih timah dengan kadar 2% dan merupakan endapan bijih timah primer terbesar dalam satu cebakan yang pernah ditemukan. Sejarah tambang timah dan singkapan geologi bekas aktivitas tambang di situs ini menjadi sangat penting bagi dunia dan menjadikan destinasi ini sebagai salah satu geosite yang memiliki keunikan geologi di dalam Geopark Belitong.

Hari ke dua, tepatnya tanggal 11 Oktober 2021 agenda kami adalah melaksanakan Bimbingan Teknis Masterplan Kota Cerdas (Smart City) Kabupaten Belitung Timur. Fokus agenda bimtek (bimbingan teknis) 3 adalah mematangkan dan finalisasi profil quick wins, membahas manajemen risiko, finalisasi inovasi per program smart city daerah, dan finalisasi program kawasan. Sepulangnya dari bimtek, kami mengunjungi rumah Bupati Kabupaten Belitung Timur yaitu Bapak Burhanuddin, beliau menyambut kami dengan sangat baik. 

 

Setelah itu kami mampir ke Galeri Kejayaan Sejarah Timah Belitung yang terbuka untuk umum. Di galeri ini terdapat “Kelekak Nyiur Desa Lalang”. Desa Lalang memiliki tempat-tempat yang patut dikunjungi seperti  Kulong Minyak, Ground Zero EC, Guest House dan lain sebagianya. Kami juga mampir ke pantai Nyiur Melambai di Kabupaten Belitung Timur. Pantainya sangat indah, pasirnya bersih dan putih.

Pada hari selanjutnya tepatnya tanggal 12 Oktober 2021. Sebelum berangkat bimtek 3 hari ke-2 di Kabupaten Belitung Timur, paginya kami menyempatkan untuk ke Objek Wisata Unik Ngenjungak (OWUN), yaitu objek wisata yang dihadirkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Belitung Timur. Uniknya destinasi wisata ini adalah Kantor Dinas Kebudayaan yang disulap menjadi obyek wisata. Objek Wisata Unik Ngenjungak atau OWUN ini adalah museum yang mengusung tema Belitung dalam satu gedung.  Objek Wisata Unik Ngenjungak kian dikenal dan diakui sebagai destinasi wisata edukasi. Keunikan lainnya adalah pengunjung dapat melihat Tarsius secara langsung. Chephalopacus Banacus (Tarsius) merupakan salah satu primata terkecil dengan berat kurang dari 150 gram. Sering disebut sebagai monyet terkecil di dunia. Chephalopacus Banacus memiliki sepasang mata yang besar dan ekor yang panjang melebihi panjang tubuhnya.  Kita juga bisa lebih mengenal adat istiadat yang ada di Belitung Timur, seperti adat istiadat pernikahan di Belitung sampai pesona wisata Kota Manggar ada di sana. 

http://p3esuma.menlhk.go.id/versi3/index.php/news/87-berita/132-mengintip-tarsius-tarsius-fuscus-di-taman-nasional-bantimurung-bulusaraung

Setelah kegiatan bimtek hari ke-2 di Kabupaten Belitung Timur selesai, kami langsung melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Belitung. Cerita Perjalanan ke Belitung tentu tidak kalah seru. Karena Menelusuri Keindahan Negeri Laskar Pelangi bermula dari sini. Jangan sampai ketinggalan part II “Menelusuri Keindahan Negeri Laskar Pelangi” stay tune terus!

       

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »