Tanggal :24 May 2022

Masa Depan dengan Energi Terbarukan

Energi sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia. Bahan bakar kendaraan, operasional mesin pabrik, bahkan untuk hal terkecil seperti menyalakan lampu di rumah, semuanya membutuhkan energi. Energi yang paling banyak digunakan sekarang berasal dari minyak bumi dan batu bara.

Sayangnya, penggunaan minyak bumi sebagai bahan bakar dan industri yang menghasilkan karbon dioksida dapat menyebabkan pencemaran udara hingga terjadi pemanasan global yang akan mempengaruhi lapisan ozon. Begitu pula dengan batu bara, pembangkit listrik tenaga batu bara menyumbangkan emisi merkuri antropogenik sekitar 41%. Tak hanya itu, tambang batu bara di Indonesia banyak yang terbengkalai dan menyebabkan terjadinya bencana alam seperti banjir dan longsor.

Mengingat bahwa penggunaan energi setiap tahunnya meningkat sementara di sisi lain sumber energi fosil semakin menipis sehingga membutuhkan solusi untuk memenuhi kebutuhan energi di masa depan. Oleh karenanya diperlukan upaya untuk mendorong pemanfaatan dan pengembangan energi alternatif yang bersifat renewable resources.

Indonesia memiliki potensi energi terbarukan terbesar di dunia, yaitu sebesar 442 giga watt (GW) atau sekitar 6,5 kali kapasitas pembangkit saat ini. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, potensi tersebut berasal dari arus laut sebesar 17.9 GW, panas bumi 23,9 GW, bioenergi 32,6 GW, air 75 GW, dan matahari atau surya 207,8 GW.

Penasaran dengan energi-energi yang barusan disebutkan?

Mari simak penjelasan lebih lanjutnya di bawah ini.

1.      Energi Arus Laut

Pengembangan teknologi energi arus laut mengadopsi teknologi energi angin. Dengan mengubah energi kinetik arus laut jadi energi rotasi dan listrik. Daya yang dihasilkan turbin arus laut lebih besar dari turbin angin karena massa air laut hampir 800 kali rapat massa udara. Menurut Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan KESDM kecepatan arus pasang surut di pantai Indonesia sekitar 1,5 meter per detik kecuali di selat antara Bali, Lombok dan Nusa Tenggara bisa 3,4 meter per detik.

Foto : Shaun Dakin, Unsplash

2.      Energi Panas Bumi

Sumber energi panas bumi cenderung tidak akan habis, karena proses pembentukannya yang terus menerus selama kondisi lingkungannya (geologi dan hidrologi) dapat terjaga keseimbangannya.

Mengingat energi panas bumi tidak dapat diekspor, maka pemanfaatannya diarahkan  untuk mencukupi kebutuhan energi domestik, dengan demikian energi panas bumi akan menjadi energi alternatif andalan dan vital karena dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap sumber energi fosil yang kian menipis dan dapat memberikan nilai tambah dalam rangka optimalisasi pemanfaatan aneka ragam sumber energi di Indonesia.

Foto : The Quint

3.      Bioenergi

Bioenergi kini menjadi salah satu sumber energi terbarukan yang tengah dikembangkan secara masif di Indonesia, tidak saja karena sumber energinya mudah ditemukan di Indonesia tetapi juga karena variannya yang beraneka ragam.

Tak hanya itu, apabila dilihat dari aspek bahan baku, minyak kelapa sawit sebagai bahan baku untuk biodiesel tersedia secara luas, sehingga berpotensi besar dalam mendukung pengembangan biodiesel.

Foto : Nazarizal Mohammad, Unsplash

4.      Energi Air

Banyaknya sungai dan danau air tawar yang ada di Indonesia merupakan modal awal untuk pengembangan energi air. Potensi air sebagai sumber energi terutama digunakan sebagai penyedia energi listrik melalui pembangkit listrik tenaga air maupun mikrohidro.

Potensi tenaga air di seluruh Indonesia diperkirakan sebesar 75684 MW. Potensi ini dapat dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik dengan kapasitas 100 MW ke atas dengan jumlah sekitar 800.

Foto : Powerline Magazine

5.      Energi Surya

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) merupakan salah satu energi alternatif terbarukan yang menjanjikan untuk menopang kebutuhan energi masyarakat di Indonesia khususnya masyarakat desa. Energi surya memiliki potensi paling besar dibandingkan energi baru dan terbarukan lainnya yakni lebih dari 207,8 GWp.

Walaupun kapasitas terpasang per tahun 2018 masih 90 MWp, tetapi tingkat pemanfaatan teknologi listrik surya dapat tumbuh seiring dengan ketetapan capaian bauran energi terbarukan dalam Kebijakan Energi Nasional sebesar 23 persen pada 2025.

Foto : Jeremy Zero, Unsplash

Clean, Safe, Renewable. Why Not?

Besarnya potensi dan kekayaan Indonesia merupakan salah satu modal dan awal yang baik dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Namun sektor energi akan sulit berkembang dengan maksimal tanpa adanya dukungan teknologi dan industri yang memadai. Maka dari itu diperlukan lini strategis dan tenaga profesional untuk merancang dan mewujudkan perkembangan energi terbarukan seperti Citiasia Center for Smart Nation (CCSN) yang dapat membantu untuk meningkatkan kapabilitas dan performa untuk mewujudkan smart environment, salah satu dari enam pilar smart city.

Ditulis oleh Mia Patricia

Referensi:

  1. http://psdg.bgl.esdm.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=841&Itemid=611
  2. http://web.ipb.ac.id/~tepfteta/elearning/media/Energi%20dan%20Listrik%20Pertanian/MATERI%20WEB%20ELP/Bab%20V%20ENERGI%20AIR/indexAir.htm#:~:text=POTENSI%20AIR%20SEBAGAI%20SUMBER%20ENERGI&text=Potensi%20tenaga%20air%20di%20seluruh,atas%20dengan%20jumlah%20sekitar%20800
  3. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/03/09/berapa-potensi-energi-terbarukan-di-indonesia
  4. https://www.idntimes.com/science/experiment/sin-tya-1/dampak-buruk-batu-bara/5
  5. https://www.merdeka.com/uang/potensi-energi-surya-di-indonesia-paling-besar-dibanding-ebt-lain.html
  6. https://www.mongabay.co.id/2017/09/18/energi-arus-laut-indonesia-potensi-yang-belum-terjamah/
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »