Tanggal :5 February 2023

Kominfo Ingin Dunia Usaha Ikut Mendorong Kolaborasi dalam Inisiatif Smart City

Kementerian Komunikasi dan Informatika mendorong peran serta dunia usaha untuk ikut terlibat dalam inisiatif pembangunan smart city, sehingga inisiatif pengembangan kota cerdas juga dikerjakan oleh pemerintah daerah, investor dan sektor swasta. Ketika ketiga hal tersebut berkolaborasi dengan baik, diharapkan masyarakat akan mendapat pelayanan publik yang lebih baik.

Direktur  Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan (LAIP) Ditjen Aptika, Bambang Dwi Anggono memberi contoh mal pelayanan publik yang tidak hanya diselenggarakan oleh pemerintah, namun juga bekerjasama dengan fintech, marketplace, dan sebagainya. 

Sistem ticketing juga sudah banyak yang terintegrasi dan smart transportation pun sudah mulai dikolaborasikan. Inisiatif-inisiatif tersebut banyak muncul di tahun 2022 ini, jelasnya usai acara Forum SPBE sebagai Perwujudan Pemerintahan yang Adaptif, Kolaboratif dan Berkelanjutan, Sahid Jaya Hotel, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2022).

Menurut Direktur LAIP, saat ini terdapat sekitar 200 daerah yang turut serta menjadi bagian dalam program smart city dan akan terus bertambah sebanyak 50 kabupaten/kota di tahun 2023 mendatang.

“Jadi ada di seluruh provinsi. Dalam program Smart City itu, Kominfo mendorong harmonisasi perencanaan di daerah supaya mereka memiliki suatu fokus pembangunan untuk kepentingan masyarakat luas,” tuturnya.

Fokus pembangunan smart city didampingi Kemkominfo bersama kementerian/lembaga terkait, seperti Kementerian PUPR, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Kemenpan RB, dan Bappenas, agar program-program unggulan itu bisa lebih optimal memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Cukup banyak inisiatif yang dihasilkan oleh pemerintah daerah seperti inisiatif di sektor pendidikan, penanganan lingkungan, pengolahan energi untuk masyarakat, peningkatan kesejahteraan, pemberdayaan pemuda, serta pemberdayaan anak,” tambah Bambang.

Susun Master Plan, Perluas Jangkauan Kota Cerdas

Direktur LAIP Ditjen Aptika, Bambang Dwi Anggono, menyatakan saat ini Kementerian Kominfo juga telah memperluas program Menuju 100 Smart City tahun 2022 untuk kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), menjadi kawasan pariwisata prioritas nasional (KPPN) dan Ibu Kota Negara (IKN) baru.

“Jadi kita tidak hanya membuat master plan IKN-nya saja, tetapi membangun daerah-daerah penyangganya menjadi satu ekosistem rencana induk. Itu sudah kita laksanakan di tahun ini, implementasinya pun sudah kita pantau,” jelas Bambang.

Inisiatif-inisiatif tersebut akan diharmonisasikan antar kota administrasi yang berbeda di wilayah IKN, sehingga daerah binaan menjadi satu kesatuan langkah untuk memperkuat program kerja, APBD dan sektor industri swasta. Bambang juga mengatakan bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menyiapkan rencana smart city IKN yang kebetulan bekerja sama dengan lingkungan/perkotaan di lingkungan IKN.

Jadi, itulah rencana dan dorongan Kominfo dalam pengembangan smart city di Indonesia. Jika Anda tertarik untuk mencoba menyusun master plan atau butuh konsultasi terkait kota cerdas wilayah Anda, silahkan kunjungi akun Instagram @citiasiainc untuk informasi lebih lanjut. 

Referensi

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »