Tanggal :1 July 2022

Kisah Sukses Nike, Hingga Menjadi Brand Terkenal di Dunia

Design by: Arsy Eric

Bagi penggemar olahraga atau fashion sporty, pasti sudah tak asing lagi dengan brand dengan taglineJust Do It”, yaitu Nike. Nike memang menjadi salah satu brand terkenal di dunia saat ini, tapi siapa sangka ternyata perjalanan penemunya cukup panjang sampai produk ini akhirnya terealisasi. 

Awalnya, Nike dikenal dengan nama Blue Ribbon Sports (BRS) yang didirikan oleh Universitas Oregon dan diprakarsai oleh atlet Philip Knight dan pelatihnya Bill Bowerman pada Januari 1964. Badan usaha ini awalnya dioperasikan sebagai distributor untuk pembuat sepatu Jepang Onitsuka Tiger (sekarang ASICS) yang telah berhasil menjadi penjual terbanyak melebihi penjualan Knight’s automobile milik Knight. Namun, mereka sempat menghadapi beberapa ketidaksepakatan mengenai kontrak dengan Onitsuka pada tahun 1971 hingga memutuskan untuk memulai perusahaan mereka sendiri.

Kehadiran Blue Ribbon Sport (BCS) nyatanya mampu menarik banyak perhatian dari konsumen Amerika. Hal tersebut dikarenakan Phil mampu menghasilkan eksperimen dengan menciptakan produk yang inovatif utamanya adalah dari sisi desain yang anti mainstream. Tingginya minat masyarakat akan produk yang dikeluarkan oleh BCS dapat dilihat dari toko ritel resminya yang dibuka di kawasan Pico Boulevard, Santa Monica California, toko ini lah yang menjadi cikal bakal kelahiran brand Nike.

Seorang teman Knight yang juga merupakan karyawan Blue Ribbon Sports, Jeff Johnson, menyarankan untuk menamai perusahaan itu dengan nama “Nike“, yang diambil dari nama dewi kemenangan bersayap Yunani dan menghadirkan logo yang simpel disertai slogan “Just Do It”. Perjalanan bisnis Nike semakin besar saat bekerja sama dengan Jeff Johnson. Kerja sama tersebut berhasil membuahkan sepatu olahraga dengan nama “Cortez” training shoe. Lagi-lagi brand satu ini menuai kesuksesan dengan ditandai larisnya produk ini di pasar Amerika.

Tidak sampai disitu, Phil kembali mengembangkan produk dengan sol berpola waffle yang pada akhirnya banyak diterapkan di sepatu-sepatu modern saat ini. Hingga saat ini waffle outsole berhasil melahirkan beberapa seri ternama yakni Waffle Racer, Air Force One, Air Max 93, Air Max 95 dan Air Max 97.

Perjalanan Nike nyatanya tak selalu berjalan mulus dimana pada akhir tahun 1980-an terjadi pergolakan yang dilakukan buruh di Korea Selatan sehingga menyebabkan peningkatan upah serta hilangnya pengawasan kualitas oleh pemerintah Korea pada masa itu.  

Langkah yang dilakukan oleh buruh tersebut membuat banyak investor melarikan diri dari negeri ginseng. Melihat hal tersebut Nike akhirnya memindahkan produksi ke Thailand Selatan dan Indonesia untuk mendapatkan tenaga kerja yang lebih murah dan tidak merepotkan. 

Strategi Nike dengan memindahkan produksinya ke Indonesia dan Thailand disebut-sebut telah memangkas sebagian besar biaya produksinya yang telah dibayarkan kepada buruh di Korea Selatan. Berdirinya produksi di kawasan Asia Tenggara tersebut juga diikuti dengan didirikannya beberapa asosiasi yang bermarkas di Taiwan dan negara-negara Asia Tenggara.

Keuntungan perusahaan tumbuh berlipat ganda selama tahun-tahun berikutnya dan pada tahun 1980 telah merebut setengah dari pasar sepatu atletik. Nike mengalami pertumbuhan yang stabil sepanjang 1980-an dan 1990-an. Ketenaran perusahaan yang meningkat memungkinkan Knight mengikat lebih banyak olahragawan terkenal dunia seperti Michael Jordan, Andre Agassi, Charles Barkley, dan Tiger Woods.

Pada 1990-an, Nike memperluas bisnisnya dan bercabang menjadi pakaian hoki, golf, dan sepak bola. Strategi ekspansi agresif mereka membuahkan hasil dan perusahaan menikmati lebih dari USD 10 miliar atau setara dengan Rp 147 triliun, dalam penjualan tahunan sebelum 1999. Meski Phil Knight telah mengundurkan diri pada tahun 2004 sebagai CEO, namun ia tetap duduk di kursi dewan hingga Juni 2016.

Produk-produk Nike hingga saat ini banyak dicari oleh masyarakat di seluruh dunia. Sepatu Nike masuk dalam beberapa jajaran sepatu dengan kualitas premium yang juga banyak digunakan oleh atlet-atlet di seluruh dunia. Pendapatan Nike pada tahun 2020 mencapai US$ 37,4 miliar atau sekitar Rp 532,6 triliun (databoks.katadata.co.id).

Dari semua yang telah dilakukan Nike dari awal berdiri hingga saat ini sangat efektif dan tepat, terbukti Nike dapat menjadi brand yang kuat dan popular sampai sekarang ini. Karena target pasar Nike sendiri adalah kalangan remaja, maka style yang dibuatnya pun dibuat dengan style yang tidak ketinggalan zaman. Karena kalangan remaja selalu menginginkan yang up to date.

Penulis: Wanda Marissa | Ilustrator: Arsy Eric

Referensi

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »