Tanggal :1 July 2022

Kesukseskan Hotel Kapsul Bobobox, Berangkat dari Kegagalan Rintisan Usaha

Kreativitas dalam menjalankan usaha menjadi salah satu penentu suksesnya suatu bisnis. Sosok anak muda kreatif dan penuh ide tersebut, salah satunya adalah Indra Gunawan. Bersama rekannya, ia mendirikan jaringan hotel kapsul yang tengah “hype” dan menjadi tren saat ini, yaitu Bobobox.

Indra Gunawan, sosok dibalik kesuksesan dan terkenalnya Bobobox merupakan pribadi yang penuh inovasi dan pantang menyerah dalam berbagai situasi, namun di balik suksesnya sekarang ini, siapa sangka banyak cerita yang menarik dan menginspirasi. Pria kelahiran Bandung pada 36 tahun lalu ini menceritakan awal mula ia beserta rekan-rekannya menciptakan Bobobox dan membesarkan hingga sekarang. Bobobox adalah buah dari pengalaman dan kegagalan usaha sebelumnya.

Awalnya, Indra membuat usaha rintisan di bidang game yang kemudian diakuisisi Emtek pada 2021. Bersama rekannya, Antonius Bong, ia juga membuka usaha rintisan berbasis daring bernama cantik.com. Marketplace fashion wanita tersebut membidik pasar yang besar di kalangan wanita.

“Tapi ini adalah kegagalan total. Karena ide awalnya cantik.com adalah marketplace untuk menjual pakaian wanita. Tapi boleh dikatakan dua cowok membuat hal ini adalah bukan ide bagus. Kami tidak mengerti apa-apa. Omzetnya memang besar, tapi unit keekonomiannya tidak masuk, inventory-nya enggak muter,” ujar Indra (antaranews.com).

Alhasil, pada tahun yang sama Indra menjadi konsultan pada perusahaan internasional dari China, dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sehingga ia mendapat penghasilan stabil. Namun pendapatan tak membuat Indra menghentikan minatnya untuk menggagas usaha rintisan.

Meski memiliki pekerjaan yang mumpuni dengan upah tergolong besar, Indra menyebut perasaan rindu untuk membuat produk dan mencari solusi atas permasalahan yang terjadi tetap tersimpan dalam dadanya. Sehingga ia mengungkapkan keinginannya tersebut pada sahabatnya untuk menciptakan unit usaha rintisan sekali lagi dengan persiapan yang lebih matang.

Mengingat resiko pada jenis usaha “startup” yang cukup tinggi namun memiliki aspek skalabilitas yang luas, kedua pemuda tersebut berusaha memikirkan dengan mencari sebuah produk yang tak lekang oleh masa, skalabilitas yang luas, namun menjamin keberlangsungan sehingga tidak membuang investasi sia-sia. Untuk menemukan produk yang memiliki skalabilitas tinggi, maka harus membuat solusi yang bisa jadi bagian dari gaya hidup, yang merupakan kebutuhan primer namun belum terfasilitasi dengan maksimal.

Kebetulan Indra merupakan keluarga dari pemilik dan pengelola Hotel Nyland di daerah Cipaganti Bandung,  yang kini dikelola oleh saudara perempuannya. Saat bekerja sebagai konsultan, Indra kerap membantu usaha keluarga tersebut. Di samping itu, Ia juga melihat pesatnya pertumbuhan hotel kapsul di dunia. Indra berkesempatan mengunjungi sejumlah hotel kapsul dan fasilitasnya di sejumlah negara.

Hingga akhir 2017, ia meminta izin kepada adiknya untuk merubah satu kamar di Hotel Nyland menjadi konsep kapsul dengan menempatkan satu set “pods” atau dua unit boks atas-bawah dengan sederhana dan belum dilengkapi teknologi tinggi. “Saya hanya bilang pada resepsionis jika ada tamu, tolong tawarkan harga diskon 50 persen dari harga kamar di hotel saat itu sebesar Rp 340.000,00 dengan ketentuan tidur di kapsul dan kamar mandi sharing, ternyata luar biasa,” ujar Indra sambil mengingat masa tersebut.

Tidak disangka sebulan setelah diluncurkan, okupansi unit kapsul di Hotel Nyland mencapai 98 persen. Ia kembali mendatangi Antonius Bong dan akhirnya berhasil meyakinkan untuk melakukan pengumpulan dana (fundraising) dan membentuk perusahaan bernama Bobobox.

Akhirnya pada Bulan Juni 2018, setelah proses fundraising sejak awal Januari 2018, Hotel Bobobox pertama di Pasir Kaliki Bandung pun berdiri, dan Hotel Nyland kini juga menjadi hotel Bobobox yang setengahnya menjadi unit kapsul, dengan kapsul-kapsul awal saat hotel ini dirintis masih terdapat di sana. 

Saat ini, Bobobox telah memiliki 15 cabang yang tersebar di tujuh kabupaten dan kota di Pulau Jawa dengan berbagai jenis fasilitas mulai dari Bobohotel (Bobobox Pods), Boboliving dan Bobocabin.

Setelah perkembangan luar biasa dalam tiga tahun terakhir, Bobobox yang kini memiliki sekitar 220 staf di seluruh lokasi jaringannya, nampaknya tak akan berhenti untuk berkembang, bahkan kini Bobobobox tengah mengembangkan Bobovan (dengan mobil) dan Boboexpress (fasilitas di sarana umum).

Pada Mei 2020, Bobobox berhasil mendapatkan investasi Series A dengan total 11,5 juta dolar AS yang membuat Bobobox sudah mulai membidik daerah di luar Pulau Jawa, daerah terdekat adalah Sumatera Utara, yakni di kawasan Otorita Danau Toba yang akan diarahkan untuk produk Bobocabin yang saat ini hanya tersedia di Ranca Upas, Kabupaten Bandung dan Cikole, Kabupaten Bandung Barat.

Penulis: Wanda Marissa | Illustrator: Arsy Eric

Referensi:

  1. https://www.genpi.co/amp/success-story/119005/kisah-indra-gunawan-dan-rekan-sukses-bisnis-hotel-kapsul-bobobox
  2. https://m.antaranews.com/amp/berita/2213450/di-balik-kisah-sukses-hotel-kapsul-bobobox
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »