Tanggal :24 May 2022

Kemenparekraf dan InJourney Berkolaborasi Demi Capai Visi Pulihkan Sektor Pariwisata Akibat Pandemi

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan pihaknya dengan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) atau Holding BUMN Pariwisata & Pendukung memiliki sejumlah strategi untuk mendorong pemulihan pariwisata nasional setelah terpuruk akibat pandemi Covid-19. Perbaikan pun akan dilakukan di seluruh ekosistem pariwisata.

“Untuk saat ini Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) dan InJourney akan segera bersinergi dan berkolaborasi dengan intens untuk memenuhi misi Indonesia menjadi destinasi pariwisata yang unggul,” ujar Menparekraf Sandiaga dalam keterangan jumpa pers mingguan, di Jakarta.

Sandiaga menyampaikan bahwa Kemenparekraf akan membicarakan lebih lanjut dengan InJourney mengenai apa saja program yang dapat disinergikan dengan kegiatan perusahaan BUMN tersebut. Beberapa kegiatan yang disebut dapat disinergikan adalah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20, MotoGP Mandalika, dan KTT ASEAN.

Tidak hanya itu, dilakukan pula sinergi dalam pengembangan lima Destinasi Super Prioritas (DSP) yakni Mandalika di Lombok, Danau Toba di Sumatera Utara, Likupang di Sulawesi Utara, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, dan Borobudur di Jawa Tengah.

“Langkah ini sebagai upaya mewujudkan ekosistem pariwisata yang terintegrasi khususnya dalam mengembangkan unsur utama pariwisata, atraksi, akomodasi, dan aksesibilitas (3A) di destinasi unggulan tersebut” lanjut Sandiaga.

Adanya InJourney juga diharapkan dapat mendorong percepatan pemulihan pariwisata yang tahun ini difokuskan pada pemulihan di Bali, lima Destinasi Super Prioritas (DSP), dan destinasi unggulan lain seperti Batam-Bintan, Banyuwangi Jawa Timur, serta Bandung Jawa Barat.

Menurut beliau, Holding BUMN baru tersebut menjadi bagian penting dari ekosistem pariwisata dalam mendukung pemulihan sektor pariwisata dan dapat mengembangkan usahanya di tengah pandemi COVID-19 dengan mengandalkan kekuatan wisatawan domestik. Pasalnya, Holding ini akan memfokuskan pembangunan dan penciptaan potensi pariwisata domestik yang potensial dan besar, serta mengintegrasikannya menjadi ekosistem dari hulu ke hilir.

Sebagaimana diketahui, Indonesian Journey atau InJourney adalah BUMN Holding Industri Aviasi dan Pariwisata Indonesia yang beranggotakan PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, PT Hotel Indonesia Natour, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, & Ratu Boko, dan PT Sarinah. 

Sandiaga juga nenambahkan, InJourney akan fokus mengembangkan potensi pariwisata domestik mengingat pembatasan perjalanan internasional masih dibatasi dengan menargetkan kunjungan wisata domestik sebanyak 330 juta wisatawan tahun ini. Sementara target mancanegara sebanyak 17 juta wisatawan.

Nah, Smart People, adanya kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung pemulihan sektor pariwisata demi mempercepat pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19. Selain itu, dapat mendukung pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism).

Penulis: Wanda Marissa | Illustrator: Arsy Eric

References

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »