Tanggal :10 December 2022

Jateng Dorong Terobosan dalam Meningkatkan Kemudahan, Ketepatan dan Kepercayaan Masyarakat sebagai Langkah Menuju “Smart Province”

Pada hari Senin, 10 Oktober 2022 telah diadakan Sosialisasi Program Gerakan Menuju Provinsi Cerdas (Smart Province) yang diselenggarakan di Hotel Novotel Semarang, Jawa Tengah. Acara sosialisasi ini dibawakan oleh Hari Kusdaryanto selaku tenaga ahli smart city dan Chief Innovation Officer PT. Citiasia Internasional dan dihadiri oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Tengah, Riena Retnaningrum, Direktur Jenderal Aplikasi Komputer (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Semuel Abrijani Pangerapan dan OPD dari berbagai daerah di Provinsi Jawa Tengah.

Acara ini berisi tentang pemanfaatan kemajuan teknologi dan informasi dalam pelayanan publik sebagai upaya memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat untuk meminimalisir praktik pungutan liar atau pungli oleh oknum pemerintah. Dengan penerapan tersebut, cita-cita dan tujuan sebuah daerah menjadi smart province atau provinsi cerdas untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dapat tercapai. 

Smart province bertujuan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang berbasis digital, sehingga program menjadi lebih efisien dan transparan, baik di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Smart province juga membentuk perilaku dan budaya masyarakat digital melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Saat ini, pemerintah Jawa Tengah sedang berproses mewujudkan smart province dengan menerapkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik berbasis TIK, seperti mengintegrasikan data, aplikasi, dan infrastruktur TIK serta memperluas publikasi informasi dan komunikasi maupun penguatan pengamanan informasi. 

Dalam perwujudan smart province ada sembilan langkah awal yang dapat dilakukan, yaitu pelayanan publik yang mudah dan efisien. Kemudian, lingkungan tempat tinggal yang layak dan nyaman, sistem keamanan masyarakat yang terjamin, pengembangkan tata kelola hutan, sampah, limbah serta energi. Sasaran lainnya adalah keseimbangan ekosistem lingkungan, peningkatan taraf ekonomi masyarakat, serta daya tarik Provinsi Jawa Tengah yang meningkat, melalui pariwisata dan investasi.

Penerapan teknologi tidak hanya semata-mata mengikuti tren yang berkembang saat ini, namun harus bisa dimanfaatkan untuk kepentingan yang jauh lebih bermanfaat kepada masyarakat. Inovasi yang direncanakan harus benar-benar ditujukan untuk memberikan kemudahan, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik melalui smart province. 

Maka dari itu, pemerintah harus terus melakukan sinkronisasi pengembangan smart province dengan smart city (kota cerdas) seluruh kabupaten/ kota di Jawa Tengah. Kolaborasi dan koordinasi adalah kunci untuk mencapai smart province yang efisien dan efektif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Direktur Jenderal Aplikasi Komputer (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Semuel Abrijani Pangerapan, secara online juga mengatakan bahwa ruang digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Padahal, per Januari 2022, warga Indonesia menggunakan sekitar 8 jam waktu untuk mengakses internet. Ini merupakan peluang sekaligus tantangan untuk menyediakan layanan digital terintegrasi. 

Sejak tahun 2017 sampai tahun 2022, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah mendorong 191 kabupaten dan kota di Indonesia menjadi kota pintar, termasuk penyusunan smart city master plan terkait seluruh aspek kehidupan masyarakat. Keberhasilan program tersebut mendorong Kementerian Komunikasi dan Informatika mencanangkan Gerakan Menuju Provinsi Cerdas.

Tujuan dari penyusunan master plan tersebut agar provinsi dapat mengelola dan mengembangkan berbagai sumber daya strategisnya, melalui inovasi yang terpadu dan berkelanjutan, untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi. 

Sementara itu, Hari Kusdaryanto selaku tenaga ahli smart city dan Chief Innovation Officer PT. Citiasia Internasional menjelaskan pembangunan smart province tidak hanya melahirkan inovasi pembangunan di tingkat negara bagian, tetapi juga mengkoordinasikan pengembangan smart city di tingkat kabupaten/kota. Koordinasi mencakup enam aspek kota cerdas yang menjadi domain otoritas negara: tata kelola yang cerdas, branding yang cerdas, ekonomi yang cerdas, kehidupan yang cerdas, masyarakat yang cerdas, dan lingkungan yang cerdas.

Pemerintah provinsi juga harus memfasilitasi upaya untuk berbagi sumber daya dan mengintegrasikan data lintas kabupaten dan kota untuk memecahkan masalah terpadu, tambah Hari. 

Jadi, itulah langkah awal Jawa Tengah untuk menerapkan smart city. Jika Anda butuh konsultasi untuk mulai melangkah pembangunan smart city di kota Anda, silahkan kunjungi akun Instagram @citiasiainc untuk informasi lebih lanjut.

Reference

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »