Tanggal :27 January 2022

Jak-Lingko: Kolaborasi Pemprov DKI Jakarta dalam Mengembangkan Sinergitas Transportasi

Gambar 1. Design By: Sumanto

Sebagai ibukota negara, Jakarta menjadi tempat tujuan menarik bagi pendatang untuk mencari pekerjaan. Banyak perantau kemudian menetap dan bertempat tinggal di Jakarta. Menurut data sensus Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018, penduduk DKI Jakarta berjumlah 10,4 juta jiwa. Hal ini menjadikan Kota Jakarta sebagai salah satu kota dengan tingkat kepadatan dan kemacetan lalu lintas yang tinggi di dunia. Kemacetan lalu lintas salah satunya disebabkan karena terbatasnya jalur transportasi darat di Jakarta, akibat tidak adanya lahan untuk pembangunan ruas jalan baru. Sebagian besar lahan di Jakarta sudah dijadikan pemukiman penduduk. Kemacetan semakin parah ketika jam sibuk seperti masuk kerja dan pulang kerja. Mobilitas masyarakat dari daerah penyangga Jakarta yang memasuki Jakarta saat jam masuk kerja membuat ruas jalan menjadi padat, begitupun sebaliknya ketika jam pulang kerja mengakibatkan kemacetan (http://repository.unj.ac.id/). 

Untuk mengatasi permasalahan kemacetan serta meningkatkan pelayanan transportasi umum, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada akhir Desember 2017 meluncurkan angkutan kota Ok-Trip. Angkutan kota Ok-trip adalah inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meningkatkan penggunaan dan pelayanan angkutan umum di Jakarta. Untuk dapat menikmati layanan angkutan kota Ok-trip, masyarakat hanya perlu membeli kartu Ok-trip di Halte Transjakarta terdekat (http://repository.unj.ac.id/).

Untuk meningkatkan pelayanan dan menjangkau jaringan transportasi yang lebih luas, Pemerintah DKI Jakarta merubah Ok-trip menjadi Jak-lingko. Peresmian perubahan nama Ok-trip menjadi Jak-lingko dilakukan di Balai Kota Jakarta pada tanggal 8 Oktober 2018. Jak-lingko adalah layanan integrasi transportasi publik yang lebih luas meliputi bus kecil, bus sedang, dan bus besar di Jakarta. Pelayanan Jak-lingko juga ke depannya warga dapat menggunakan transportasi berbasis rel yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta seperti; MRT, LRT, dan sebagainya. 

Gambar 2. Sumber : www.trenasia.com

Guna memudahkan masyarakat agar terbiasa menggunakan sistem integrasi transportasi ini, Jak-lingko saat ini sedang mengembangkan pembayaran berbasis QR-Code yang terintegrasi melalui Jak-Lingko Smart Apps. “Langkah awalnya adalah melakukan integrasi sistem pembayaran, tarif dan rute antarmoda transportasi di DKI Jakarta dan sekitarnya yang ditargetkan pada fase pertama, diharapkan dapat terlaksana pada pertengahan Agustus 2021,” kata Corporate Secretary PT JakLingko Indonesia Ahmad Rizalmi (https://jakarta.bisnis.com/). 

Gambar 3. Sumber : megapolitan.kompas.com

“Diharapkan kolaborasi ini semakin berjalan dengan baik sehingga dapat segera dirasakan manfaatnya bagi masyarakat DKI Jakarta dan sekitarnya,” lanjut Rizalmi (https://jakarta.bisnis.com/). 

Kolaborasi yang dibangun oleh Pemprov DKI Jakarta merupakan bentuk kerjasama antara Jak-lingko dengan Pemprov DKI guna mendukung transformasi operator transportasi publik di negara-negara maju, salah satunya mewujudkan transformasi di Kota Jakarta dan sekitarnya melalui konsep integrasi. Sinergitas ini salah satu wujud dari perkembangan kota cerdas yang saat ini diterapkan oleh Pemprov DKI Jakarta (https://jakarta.bisnis.com/).

Penulis: Sadam Khadafi | Illustrator: Sumanto

Referensi:

  1. https://jakarta.bisnis.com/read/20210502/77/1389267/integrasi-transportasi-dki-jakarta-jaklingko-targetkan-agustus-2021
  2. https://transjakarta.co.id/pengoperasian-layanan-integrasi-transportasi-di-jakarta/
  3. http://repository.unj.ac.id/3484/8/BAB%201.pdf 
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.