Tanggal :2 July 2022

Intip Strategi Pemerintah Capai Bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) 23% pada 2025

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Hendra Iswahyudi menerangkan serangkaian upaya yang dilakukan pemerintah untuk mencapai target bauran energi yang dipatok 23 persen pada tahun 2025.

Strategi yang saat ini dilakukan pemerintah antara lain dengan menyelesaikan Peraturan Presiden mengenai harga EBT (Energi Baru Terbarukan) dan menyeimbangkan pricing agar dapat menciptakan iklim yang kondusif antara pengembang EBT. “Di sisi lain, konsumen juga bisa mendapatkan harga yang terjangkau” ujar Hendra.

Saat ini, pemerintah juga telah mengeluarkan Peraturan Menteri ESDM (PermenESDM) mengenai PLTS Atap, mandatory bahan bakar nabati, pemberian insentif fiskal dan non-fiskal untuk EBT oleh Kementerian Keuangan, dan memberikan kemudahan perizinan berusaha. “Langkah lainnya adalah dengan electrifying lifestyle dan mendorong penggunaan kompor induksi dan kendaraan listrik” jelas Hendra.

Hendra menyebut, potensi EBT di Indonesia saat ini sudah sangat besar yaitu mencapai 3.686 gigawatt (GW). Diantaranya mulai dari energi surya, air, bioenergi, panas bumi, dan laut. Namun hingga kini hanya 0,3 persen dari total potensi yang dimanfaatkan, sehingga ke depan potensi-potensi energi baru yang ada harus lebih dikembangkan

Selain itu, pemerintah juga berencana untuk mendorong dan meningkatkan konsumsi listrik kapita yang masih rendah jika dibandingkan dengan negara tetangga. Ada banyak sumber seperti PLT Surya, hidro, energi bayu, panas bumi dan laut, tinggal bagaimana pengembangannya nanti.

Kemudian, dalam rangka mempercepat pembangunan EBT dan dengan mempertimbangkan waktu pembangunan yang cepat dan kompetitif dari segi harga, Kementerian ESDM sedang mendorong pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), baik PLTS Atap skala kecil, PLTS Terapung, maupun PLTS dengan skala besar yang tersebar di seluruh Indonesia.

Komitmen kembangkan EBT di Indonesia juga disampaikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir. Beliau menyempatkan untuk bertemu dengan Enel Green Power selama di Roma pada November tahun lalu, dalam lawatannya bersama Presiden Jokowi dalam KTT G20.

Ia menyatakan, bahwa BUMN ke depan akan berfokus membangun partnership dalam mengembangkan energi terbarukan di dalam negeri. Ini sebagai bentuk komitmen terhadap zero carbon di 2060 mendatang.

Nah, Smart People, tidak dapat dipungkiri manfaat EBT memang sangatlah penting untuk mewujudkan ketahanan energi di masa depan. Selain itu, pemanfaatan EBT dinilai lebih ramah lingkungan karena mampu mengurangi pencemaran lingkungan dan kerusakan lingkungan jika dibandingkan dengan energi tak terbarukan, karena EBT cukup cepat untuk dapat dipulihkan kembali secara alami. 

Penulis: Wanda Marissa | Illustrator: Arsy Eric

References

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »