Tanggal :27 January 2022

Indosat dan Tri Merger? Untuk Apa?

Gambar 1. Design by: Sumanto

Indosat Ooredoo dan Hutchison 3 Indonesia (Tri) telah menyelesaikan penggabungan usaha yang kini menjadi Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) usai menerima persetujuan hukum dan pemegang saham. Penggabungan ini efektif berlaku pada 4 Januari 2022 dinilai menjadi momentum bagi operator telekomunikasi di Tanah Air.

Sepanjang 2021, isu penggabungan Indosat dan Tri cukup menjadi sorotan publik dan para investor, pasalnya di tengah pandemi covid-19 aksi merger akhirnya tuntas dengan nilai transaksi mencapai USD 6 miliar atau sekitar Rp 86 triliun (kurs Rp14.333 per USD). 

Dilansir medcom.id, dengan merger ini, Indosat Ooredoo Hutchison digadang-gadang menjadi perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia dengan berbagai kelebihan dan inovasi yang akan dikembangkan.

“Konsolidasi Indosat dan H3I merupakan langkah strategis dengan menyatukan bisnis yang saling melengkapi untuk menciptakan perusahaan telekomunikasi dan internet digital kelas dunia untuk Indonesia,” kata Chairman of the Indonesian Digital Empowering Community (Idiec) M. Tesar Sandikapura, dikutip dari Antara dalam Medcom.id, Kamis, 6 Januari 2022.

Dalam Inet.detik.com, Director & Chief Strategy and Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Armand Hermawan mengatakan bahwa merger Indosat dan Tri ini akan berdampak besar terhadap pelanggan masing-masing yang sekarang berada di bawah naungan Indosat Ooredoo Hutchison.

“Semua benefit dari merger ini akan berguna bagi para pelanggan. Hal pertama, kekuatan finansial dari gabungan shareholder besar, Ooredoo, CK Hutchison, serta Pemerintah Indonesia akan membuat Indosat Ooredoo Hutchison punya kapasitas pelayanan yang lebih kepada pelanggan,” ujar Armand di Jakarta, Selasa (1/4/2021).

Sementara itu, VP Director Sarana Menara Nusantara Adam Ghifari menyambut baik transformasi digital yang dicanangkan pemerintah, yaitu mencakup ekstensifikasi (perluasan) dan intensifikasi (pendalaman/penguatan) jaringan telekomunikasi nirkabel di Indonesia.

Pada 2022 ini salah satu tantangan datang dari kondisi makro-ekonomi, adanya potensi kenaikan suku bunga karena ekonomi di banyak negara sudah membaik dari pandemi.

Ruang pertumbuhan inovasi juga akan menjadi lebih luas sehingga pengalaman digital pelanggan akan lebih terjamin. Merger ini diharapkan membuat kedua perusahaan tersebut mencapai global best practice lebih cepat.

Dengan demikian, aksi merger yang menggabungkan dua entitas bisnis ini akan menghasilkan spektrum yang mencukupi agar penggelaran 5G akan jauh lebih baik. Gabungan usaha ini juga akan membuat permodalan perusahaan lebih kuat untuk menyelenggarakan 5G.

Penulis: adam Khadafi | Illustrator: Sumanto

Referensi

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.