Tanggal :9 December 2022

Hal yang Dilakukan Demi Masa Depan Anak Cucu dengan Membangun Infrastruktur 5G

Saat komunitas global mulai mengadopsi teknologi telekomunikasi seluler Generasi Lima atau 5G, fakta ini kemudian menghadirkan tantangan. Tak hanya bagi negara, namun juga tantangan bagi generasi muda yang akan melanjutkan pembangunan nasional. Era 5G, sebagaimana telah diilustrasi oleh para ahli (m.jpnn.com) merupakan sebuah lompatan besar yang bisa saja terkesan cukup ekstrem, karena akan mengubah banyak aspek dalam kehidupan manusia. 

Lompatan ke era 5G menimbulkan konsekuensi mengharuskan dimulainya akselerasi pembangunan infrastruktur TIK. Mempercepat pembangunan infrastruktur TIK menjadi keharusan agar semua anak-cucu yang diidentifikasi sebagai Generasi Y, Generasi Z dan Generasi Alpha, memiliki akses untuk beradaptasi dengan era 5G. Tiga generasi tersebut yang akan melanjutkan dan melakoni masa depan pembangunan nasional, oleh karenanya menjadi kewajiban generasi orang tua masa kini untuk menghantarkan tiga generasi tersebut memasuki era 5G, dengan menyediakan infrastruktur TIK yang mumpuni. 

Setelah mewujudkan konektivitas nasional melalui proyek Palapa Ring, pemerintah diharapkan semakin fokus membangun infrastruktur TIK untuk teknologi 5G. Disebutkan bahwa diperlukan ketersediaan spektrum 2,6 gigahertz (GHz) demi efektivitas 5G, dengan bandwidth di kisaran 100 megahertz (MHz), dengan cakupan seperti itu, 5G akan memiliki kemampuan sangat mumpuni, dengan kecepatan lebih dari 1 Gbps dan latensi (perlambatan/tunda) 1ms (miliseconds), dan dapat  terhubung ke ratusan ribu perangkat per kilometer persegi (news.detik.com).

Kemampuan teknologi 5G yang mumpuni dapat mewujudkan tidak hanya pabrik cerdas, tetapi juga mewujudkan rumah pintar, alat medis pintar hingga transportasi cerdas, untuk memeriksa kesehatan atau proses penyembuhan, dokter dan pasien tidak perlu harus tatap muka dalam satu ruang medis, karena pemeriksaan oleh dokter atau petugas medis dapat dilakukan dari tempat lain. Mobil swakemudi atau tanpa kendali oleh manusia bisa segera diwujudkan juga dengan dukungan teknologi 5G.

Teknologi 5G akan membangun dan mewujudkan kebudayaan baru. Banyak pekerjaan mulai dari yang rumit hingga yang paling sederhana, tidak lagi butuh otak dan peran tenaga manusia. Sehingga kini digitalisasi telah menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana menurut Smart People? Apa saja teknologi 5G  yang sudah Smart People rasakan?

Penulis: Wanda Marissa | Ilustrasi: Arsy Eric

Referensi:

  1. https://news.detik.com/kolom/d-5505357/membangun-infrastruktur-5g-demi-masa-depan-anak-cucu
  2. https://m.jpnn.com/news/catatan-ketua-mpr-ri-membangun-infrastruktur-5g-demi-masa-depan-anak-cucu
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »