Tanggal :1 July 2022

Greenhost Boutique Yogyakarta: Mengadopsikan konsep Green Architecture

Daerah Istimewa Yogyakarta atau yang lebih dikenal dengan nama Jogja, merupakan kota yang terkenal dengan sejarah dan warisan budayanya. Pegunungan, pantai, sawah yang hijau, udara yang segar serta kulinernya yang khas melengkapi keindahan Kota Yogyakarta. Masyarakat Yogyakarta yang hidup dengan damai dan mempunyai keramahaan yang khas dengan suasana seni yang begitu terasa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun  asing untuk berkunjung. 

Seiring peningkatan jumlah wisatawan yang datang, kebutuhan pada  akomodasi seperti hotel yang menjadi tempat para wisatawan beristirahat pun ikut meningkat. Pilihan jenis hotel masa kini pun semakin banyak, yang  di antaranya  adalah hotel butik. Hotel butik menawarkan selain kenyamanan namun juga konsep desain yang berbeda. Berdasarkan pengamatan, pada umumnya hotel butik  memasukan karakter tertentu dari suatu daerah tempatnya dibangun. Hotel  ini termasuk dapat dibangun pada berbagai lokasi, baik di tengah kota maupun kawasan resort dan berbagai kondisi bangunan (Anonymous, 2018).

Sumber : padusi.id

Menanggapi isu global warming yang saat ini terjadi, maka berbagai bentuk usaha dilakukan untuk meminimalisir terjadinya pemanasan global melalui langkah-langkah yang dilaksanakan dengan gerakan “Go Green” oleh para pelaku usaha bangunan komersial terutama hotel yang mempunyai komitmen menerapkan prinsip-prinsip ramah lingkungan baik melalui program penghematan air, penghematan energi, penggunaan material ramah lingkungan maupun mengurangi limbah padat (Kaawoan dkk, 2017). Desain interior dapat menjadi bagian dari upaya untuk turut serta dalam penyelamatan lingkungan. Interior berorientasi ekologis merupakan salah satu jawaban untuk dapat memberikan kontribusi yang baik bagi penghuni maupun lingkungan. Dapat dilihat dari unsur-unsur yang menjadi kebutuhan utama manusia dalam memenuhi kebutuhan dasar dalam sebuah bangunan yaitu kenyamanan, kemudahan, dan nilai estetika (Tamia Putri, 2015). Arsitektur hijau adalah arsitektur yang sedikit mengkonsumsi sumber daya alam, termasuk energi, air, mineral, serta menekan timbulnya dampak negatif bagi lingkungan.

Sumber : pegipegi.com

Salah satu bangunan publik yang mengaplikasikan konsep Green Architecture adalah Greenhost Boutique Hotel, yang berlokasi di Jl. Prawirotaman II No. 629 Brontokusuman Yogyakarta. Hotel terdiri atas 4 lantai dan rooftop dimana fasilitas kamar berada di lantai 1, 2, dan 3, dengan 96 kamar di setiap lantainya. Terdapat 32 kamar dengan 4 desain interior kamar yang berbeda dari 3 desainer dengan konsep yang berbeda namun memiliki kesatuan yang sama. Fasilitas lainnya seperti swimming pool; farm area dengan konsep berkebun dalam hunian; restaurant and bar; kitchen gallery yaitu menawarkan konsep open kitchen dan produk makanan sehat dengan bahan bahan organik; ruang fitness; tea spa; tiga ruang meeting dengan jenis dan kapasitas yang berbeda yaitu grand floor meeting room dengan kapasitas 20-50 orang, lemongrass meeting room dengan kapasitas 70- 80 orang, dan cinnamon meeting room dengan kapasitas 100-110 orang; genetika yaitu semi art gallery yang diperuntukkan bagi para seniman/desainer yang ingin mengadakan pameran seni; serta area art shop dan agricrafture yang merupakan produk-produk hasil kerajinan tangan dan hasil bertani di area hotel. Dibagian rooftop terdapat area hydroponic city farming dimana tamu hotel dapat bertani dan memetik hasilnya sendiri (Tamia Putri, 2015).

Pada Bulan Ramadhan tahun ini, Greenhost Boutique Yogyakarta menyuguhkan sebuah paket ngabuburit untuk para tamu hotel, seperti memetik sayuran segar hidroponik yang dipetik dari kebun hidroponik di lingkungan hotel. Dalam berita Jogja Tribun News.  Aisha Wai Yasmina, Marketing Communication Greenhost mengatakan “Pengunjung akan mendapatkan sertifikat kelas hidroponik dan snack hasil petikan sendiri” (https://jogja.tribunnews.com/)

Sumber : pegipegi.com

Diharapkan dengan adanya konsep hotel yang go green seperti ini bisa menambah okupansi wisatawan yang berkunjung ke Kota Yogyakarta, terlebih di saat pandemi seperti ini pastinya berdampak kepada para pelaku usaha baik itu penyedia hotel maupun sarana publik lainnya, untuk itu para pelaku usaha harus memutar otak agar keuangan perusahaan harus balance. Tentu strategi marketing yang diterapkan Greenhost Boutique Yogyakarta tersebut agar para wisatawan tertarik untuk datang. 

Ditulis Oleh Muhammad Sadam

Referensi:

Anonymous. 2018. “Bisnis, Manajemen, Hospitality Management”.

Didik Irawan. 2021. Ramadan di Greenhost Boutique Hotel: Diskon Kamar, Ngabuburit Petik Sayur Hingga Paket Bukber Sehat. Dalam berita https://jogja.tribunnews.com/2021/04/19/ramadan-di-greenhost-boutique-hotel-diskon-kamar-ngabuburit-petik-sayur-hingga-paket-bukber-sehat diakses pada tanggal 22 September 2021.

Kaawoan, dkk., 2017. “Green City Hotel di Manado Green Architecture”, Artikel Universitas Sam Ratulangi.Tamia Putri W. 2015. “Penerapan Konsep Green Design Pada Interior Greenhost Boutique Hotel Yogyakarta”, Tugas Akhir Program Studi Design Interior Institut Seni Indonesia.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »