Tanggal :1 July 2022

Google Kembangkan Driverless/Autonomous pada Kendaraan di Masa Sekarang dan Masa Depan

Gambar 1. Design by: Sumanto

Teknologi informasi dan komunikasi semakin berkembang setiap waktu. Perkembangan teknologi memberikan pengaruh yang signifikan dalam kehidupan masyarakat, karena dianggap mampu mengurangi pekerjaan manusia secara drastis. Salah satu bentuk perkembangan teknologi tersebut adalah munculnya kontrol peralatan internet jarak jauh atau yang umum disebut dengan teknologi Internet of Things (IoT) (Junaidi, 2015). Pengguna teknologi kini dapat menciptakan suatu interaksi antara perangkat-perangkat keras yang nyata dengan dunia virtual (Bhuvaneswari, 2014). Kehadiran teknologi tersebut memberikan kemudahan pengelolaan dan optimalisasi peralatan elektronik/listrik yang menggunakan internet. Internet of Things sudah mulai banyak diaplikasikan dalam lingkungan masyarakat, seperti munculnya smart cities, smart animal farming, smart agriculture, smart home and home automation, smart environment hingga pada industrial control (Bhuvaneswari, 2014).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Republik Indonesia, angka kecelakaan di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun 2014 hingga tahun 2016 (Widodo dkk, 2018). Peningkatan angka kecelakaan tersebut tentunya diiringi dengan peningkatan kerugian materi dan korban kecelakaan, mulai dari korban luka ringan, berat, hingga kematian. Munculnya peralatan-peralatan hingga pada pengelolaan manajemen pintar dapat digunakan sebagai alternatif dalam sistem transportasi di Indonesia. Teknologi IoT dapat digunakan sebagai dasar untuk menciptakan sebuah alat transportasi pintar (smart transportation) untuk mencegah peningkatan atau bahkan menurunkan angka kecelakaan transportasi di Indonesia (Widodo dkk, 2018).

Gambar 2. Sumber : ec.europa.eu

Beberapa industri otomotif di negara maju kini sudah mulai memproduksi mobil pintar yang juga disebut sebagai autonomous car. Kendaraan autonomous adalah kendaraan yang dapat beroperasi dengan aman dan efektif tanpa perlu dikendalikan oleh manusia. Kendaraan ini terdiri atas kumpulan sistem-sistem yang saling bekerja sama untuk memungkinkan kendaraan tersebut melintasi lingkungannya. Salah satu sistem yang paling penting adalah sensor. Contoh sensor yang umum digunakan antara lain: Global Positioning System, kamera video, lidar, dan radar. Kendaraan autonomous menggunakan sebuah komputer pusat untuk memproses data-data yang diterima oleh sensor (Wirjaputra, 2012). 

Gambar 3. Sumber : www.plm.automation.siemens.com

Perusahaan teknologi seperti Google saat ini sedang mengembangkan model autonomous car. Google autonomous car merupakan mobil autonomous yang dapat mengendalikan dirinya sendiri untuk memudahkan transportasi manusia. Sebuah kendaraan autonomous dapat mendeteksi lingkungan di sekitarnya dan dapat menavigasi dirinya sendiri dengan bantuan sensor-sensor yang ada padanya. Pada pengembangannya saat ini, manusia/operator dapat mengatur destinasi yang diinginkan tanpa perlu melakukan kegiatan mekanis seperti memindahkan gigi atau menginjak kopling mobil untuk mengoperasikan mobil itu (Wirjaputra, 2012). 

Pada jurnal penelitian autonomous (Widodo dkk, 2018),menjelaskan bahwa ada beberapa level yang ditentukan oleh Society of Automotive Engineers (SAE International) untuk membedakan tingkat perkembangan teknologi yang digunakan autonomous pada sebuah mobil. 

  • Level 1

Tipe autonomous car pada level ini dilengkapi dengan fitur Adaptive Cruise Control dan fitur Lane Keeping Assistance. Autonomous car tipe ini membantu pengemudi untuk memperhatikan kondisi jalan dan mengendalikan mobil.

  • Level 2

Tipe autonomous car pada level ini memiliki peningkatan penggunaan fiturnya. Mobil sudah mampu mengatur kecepatan dan kemudi pada kondisi tertentu, seperti kondisi di jalan bebas hambatan.

  • Level 3

Tipe autonomous car pada level ini memiliki peningkatan penggunaan fitur mobil pintar. Pada saat sistem autonomous diaktifkan, mobil mampu memonitor lingkungan sekitar secara aktif.

  • Level 4

Tipe autonomous car pada level ini dilengkapi dengan fitur Adaptive Cruise Control dan fitur Lane Keeping Assistance. Autonomous car tipe ini membantu pengemudi untuk memperhatikan kondisi jalan dan mengendalikan mobil.

  • Level 5

Tipe autonomous car pada level ini memiliki kemajuan pengendalian mobil secara penuh oleh sistem. Mobil pintar pada level ini memiliki sistem autonomous yang dapat melakukan pengendalian penuh terhadap mobilnya, sehingga penumpang hanya tinggal menentukan tujuan, setelah itu mobil akan berjalan sesuai arah yang dituju dan fitur tersebut juga dilengkapi dengan kemampuan mobil untuk menyesuaikan dengan keadaan lalu lintas dan cuaca di sekitarnya guna memberikan perlindungan penuh kepada pengemudi.

Dengan adanya mobil autonomous, harapan besar nantinya kecelakaan mobil dapat berhenti menjadi berita rutin. Studi mengatakan bahwa hingga 90% dari kecelakaan mobil disebabkan oleh kesalahan manusia. Untuk mewujudkan harapan ini, hukum kendaraan kita harus diperbarui (Wirjaputra, 2012). 

Penulis: Sadam Khadafi | Illustrator: Sumanto

Referensi:

  1. Bhuvaneswari V dan Porkodi. 2014. “The Internet of Things (IoT) Applications and Communication Enabling Technology Standards: An Overview. International Conference on Intelligent Computing Applications”.
  2. Junaidi. 2015. “Internet of Things, Sejarah, Teknologi dan Penerapannya”, Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Terapan. Vol 1. No 3. 
  3. Widodo S, Prasetyanigrum T. 2018. “Perancangan Aplikasi Internet of Things (IoT) Autonomous Pada Mobil”, Seminar Nasional Multimedia & Artificial Intelligence. Universitas Mercu Buana Jakarta.
  4. Wirjaputra A. 2018. “Mengungkap Teknologi Google Autonomous Car”.
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »