Tanggal :21 May 2022

Fintech Syariah dalam Transformasi Digital Perbankan

Gambar 1. Design by: Sumanto

Kemajuan teknologi digital menjadi salah satu pendorong penciptaan ekosistem ekonomi syariah digital serta industri financial technology (fintech) syariah. Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin menekankan pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan perekonomian dan keuangan syariah, khususnya di tengah pandemi Covid-19.  

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan pemerintah berupaya agar tulang punggung migrasi ke sektor digital dengan membangun infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi. Selain itu, Menkominfo juga menyiapkan beragam program untuk mendukung digitalisasi ekonomi syariah di Indonesia. 

“Kami tentu terus mendorong apa yang telah disampaikan oleh Bapak Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin untuk memanfaatkan pemanfaatan teknologi digital. Menyediakan infrastruktur ICT yang memungkinkan enabler ekosistem digital nasional kita,” (beritasatu.com).

Menurut Menteri Johnny, dalam perekonomian syariah, inklusi sosial menjadi prasyarat sebelum penerapan inklusi finansial. “Masyarakat perlu memiliki daya untuk berkontribusi dalam lanskap literasi publik sebagai unsur sosial, sehingga memberikan nilai pada roda perekonomian dan mendapatkan pemasukan yang dapat digunakan untuk bergabung dalam sektor keuangan,” jelasnya. 

Selain itu, Menkominfo juga mendukung penguatan ekonomi digital melalui program yang menargetkan pembangunan UMKM dan Ultra Mikro, startup digital, sektor-sektor prioritas, pelaku-pelaku industri digital dan kerjasama di berbagai forum internasional.

Menkominfo juga mengungkap dukungan terhadap Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia agar masyarakat membeli produk-produk buatan UMKM/Ultra Mikro lokal dengan memanfaatkan sarana ruang digital.

Melihat fintech syariah sedang berkembang saat ini, Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Hery Gunardi mengungkapkan strategi transformasi digital yang akan dilakukan perusahaan dan rencananya menjadikan mobile banking BSI sebagai sebuah super app. Transformasi ini dilakukan seiring dengan perubahan pola konsumen yang kini mengandalkan digital, serta terbatasnya mobilitas masyarakat di masa pandemi Covid-19.

Inovasi yang dilakukan BSI mengutamakan dalam layanan mobile banking, sehingga bukan hanya sebagai alat transaksi keuangan namun juga memiliki fungsi yang lebih lengkap. Hery mengatakan BSI telah meluncurkan fitur menarik berupa pembukaan rekening dengan biometric face recognition, imbunya dalam Cnbc Indonesia.com.

Lebih lanjut, fitur untuk membayar zakat dan sedekah serta layanan islami lainnya sudah dikembangkan pada super app BSI Mobile Banking

Dengan demikian, dukungan pemerintah melalui Menkominfo dan inovasi digital seperti ini diharapkan mampu menaikkan jumlah pengguna serta arus ekonomi perbankan di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. 

Penulis: Sadam Khadafi | Illustrator: Sumanto

Referensi

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »