Tanggal :19 January 2022

Eksistensi Teknologi Digital di Sektor Kesenian dan Budaya Indonesia

Gambar 1. Design by: Sumanto

Keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia merupakan salah satu kebanggaan warisan kebudayaan yang diturunkan secara turun temurun oleh berbagai suku dan etnis. Hal ini merupakan kekayaan yang tidak bisa dipandang sebelah mata, karena kebudayaan bisa tercipta atas latar belakang budaya yang ada di masyarakat. Kebudayaan bisa diwarisi jika dipelajari dan disosialisasikan dengan baik ke masyarakat, baik yang berhubungan langsung dengan kebudayaan itu maupun masyarakat diluar kebudayaan setempat. Mewariskan dan menurunkan adat istiadat budaya ke generasi muda sangat penting karena mereka yang akan menyampaikan ke generasi berikutnya.

Melestarikan kebudayaan adalah upaya atau wujud untuk mempertahankan nilai-nilai seni budaya baik secara tradisional atau pun mengembangkannya dengan perwujudan yang lebih dinamis dan luwes menyesuaikan dengan kondisi pola perkembangan zaman yang selalu berubah. Upaya melestarikan budaya pun telah dilakukan, salah satunya dengan memanfaatkan dan memposisikan teknologi informasi dan komunikasi sebagai hal mutlak untuk dikembangkan. Digitalisasi kebudayaan merupakan suatu konsep pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan daya guna dalam bidang kebudayaan, terutama dalam hal pengelolaan, pendokumentasian, penyebarluasan informasi dan pengetahuan dari unsur-unsur kebudayaan (Sitokdana, 2015). 

Perkembangan teknologi yang serba digital ini telah memudahkan kita untuk berkreasi apa saja, bahkan tak asing lagi bagi kita mendengar istilah industri kreatif. Industri kreatif tersebut lebih banyak memanfaatkan teknologi digital, untuk itu dengan fasilitas yang ada, seni budaya perlu dikembangkan lagi dalam bentuk Game, software edukasi, musik digital dan film-film animasi. Dari banyaknya kesenian yang ada di Indonesia, ada beberapa contoh kesenian yang sudah didigitalisasi, seperti e-Gamelan dan Aplikasi Digital Angklung. E-Gamelan, sebuah aplikasi iOS yang diciptakan mahasiswa dan dosen universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang. E-Gamelan merupakan salah satu Hasil Keluaran Penelitian Hibah Strategi Nasional yang didanai oleh DIKTI tahun 2009 dan 2010 dengan nomor perjanjian 390/SP2H/PP/DP2M/VI/2009 (Sitokdana, 2015). Sedangkan aplikasi digital angklung diluncurkan oleh PT Pazia Pillar Mercycom, distributor produk-produk IT.

Gambar 2. Sumber : jateng.inews.id

Tidak hanya itu, inovasi digital seperti Augmented Reality pun diterapkan untuk menopang digitalisasi di sektor kesenian dan budaya. Seperti yang diterapkan di Keraton Kasultanan Yogyakarta. Augmented Reality menyajikan beragam informasi mulai dari sejarah-sejarah keraton, keturunan-keturunannya, warisan pusaka, warisan budaya, hingga kuliner khasnya (https://travel.kompas.com/).

Teknologi digital telah menawarkan banyak hal positif bagi penguatan budaya. Kemudahan akses informasi serta data yang dapat disajikan, dapat menjadi penuntun melihat berbagai kehidupan dan budaya pada masa lalu serta sebagai upaya melestarikan budaya tersebut untuk mempersiapkan masa depan. Seperti yang diungkapkan Kepala Operasional Institut Kebudayaan Google, Luisella Mazza. “Teknologi digital sudah jadi bagian dari kehidupan dan menjadi dasar kebutuhan bagi banyak orang. Saat ini yang harus dilakukan adalah bagaimana tetap bisa menempatkan kebudayaan di tengah kondisi tersebut” (https://mediaindonesia.com/). 

Gambar 3. Sumber : daerah.sindonews.com

Untuk itu, pengembangan dan pemanfaatan kebudayaan berbasis teknologi informasi atau digitalisasi merupakan hal yang sangat penting untuk dibangkitkan kembali dalam rangka pelestarian, pemeliharaan dan pengembangan nilai-nilai budaya sebagai identitas diri dan kekayaan bangsa indonesia. Yuk mari kita lestarikan budaya Indonesia!

Penulis; Sadam Khadafi | Illustrator: Sumanto

Referensi:

  1. https://mediaindonesia.com/humaniora/71780/manfaat-teknologi-digital-untuk-pengembangan-budaya diakses pada tanggal 8 November 2021.
  2. https://travel.kompas.com/read/2018/02/22/072100627/aplikasi-ini-sajikan-augmented-reality-bagi-turis-kunjungi-keraton diakses pada tanggal 8 November 2021.
  3. Sitokdana, M. 2015. “Digitalisasi Kebudayaan Indonesia”. Seminar Teknologi Informasi dan Komunikasi. Yogyakarta.
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *