Tanggal :10 December 2022

Efisiensi Penggunaan Bajaj Listrik di Kota Metropolitan

Gambar 1. Design By: Sumanto

Di kota-kota besar Indonesia seperti Jakarta, sebagian besar masyarakatnya masih mengandalkan angkutan umum paratransit sebagai alternatif angkutan umum yang efektif dan efisien sebagai angkutan feeder (pengumpan) dari perumahan, perkantoran, dan perdagangan. Karakteristik pelayanan yang bersifat dari pintu ke pintu (door to door service) dengan jarak layanan tidak terlalu jauh. Sebagai contoh dari/ke halte, stasiun, terminal atau sebaliknya. Angkutan lingkungan bajaj menjadi salah satu moda transportasi angkutan umum paratransit yang hanya bisa ditemukan di wilayah DKI Jakarta, meskipun dalam perkembangan zaman, moda-moda transportasi baru pun bermunculan, misalnya busway dan mikrolet. Namun, keberadaan angkutan lingkungan bajaj tetap bertahan sebagai angkutan umum alternatif (Fajar, 2014).

Secara fisik, angkutan lingkungan bajaj merupakan kendaraan beroda tiga, satu di depan dan dua di belakang. Warna angkutan lingkungan bajaj ada dua, yaitu merah dan biru. Bagian pintu depan pengemudi biasanya tertulis daerah operasi angkutan lingkungan bajaj yang biasanya terbatas pada satu wilayah kota administrasi. Angkutan lingkungan bajaj merah menimbulkan polusi udara dan suara karena bermesin 2 tak dengan bahan bakar bensin (Fajar, 2014).

Gambar 2. Sumber : www.liputan6.com

Dalam mendukung gerakan Sustainable Energy pada transportasi umum di masa depan. Perusahaan otomotif India, Bajaj Auto segera meluncurkan bajaj listrik yang bernama Qute. Nantinya, Bajaj Qute memiliki dua versi, antara lain versi tiga roda dan empat roda (quadricycle), kata Direktur Pelaksana Bajaj, Rajiv Bajaj. (https://otomotif.tempo.co/). 

“Sangat banyak Qute listrik dan roda tiga listrik dalam agenda kami. Sejalan dengan BS-VI (aturan emisi di India), yang mulai berlaku sejak April tahun depan, sama seperti kami membuat kendaraan bensin dan diesel yang mematuhi BS-VI, itu adalah tujuan kami untuk memperkenalkan kendaraan listrik yaitu Qute dan versi roda tiga,” kata Rajiv Bajaj (https://otomotif.tempo.co/).

Gambar 3. Sumber : www.pegipegi.com

Oleh karena itu, keberadaan angkutan lingkungan bajaj sebagai angkutan umum alternatif memerlukan perhatian dari semua pihak terkait pengguna angkutan lingkungan bajaj, pengemudi atau pemilik kendaraan angkutan lingkungan bajaj, organisasi angkutan lingkungan bajaj, dan instansi pemerintah yang mengeluarkan kebijakan, sehingga angkutan lingkungan bajaj di DKI Jakarta dapat menjadikan angkutan umum tersebut menjadi angkutan umum alternatif yang layak, nyaman, efektif dan efisien untuk DKI Jakarta pada masa mendatang (Fajar, 2014).

Penulis: Sadam Khadafi | Illustrator: Sumanto

Referensi:

  1. Fajar, Ibnu. 2014. “Evaluasi Kinerja Opersional Angkutan Lingkungan Bajaj di DKI Jakarta”, Jurnal Tata Kota dan Daerah. Vol 6. No 2. 
  2. Priyanto, Wawan. 2019. Bajaj Listrik Segera Meluncur, Namanya Qute. Dalam berita https://otomotif.tempo.co/read/1167553/bajaj-listrik-segera-meluncur-namanya-qute diakses pada tanggal 12 Oktober 2021.
  3. https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210726140845-384-672286/bajaj-akan-punya-merek-motor-listrik-sendiri diakses pada tanggal 12 Oktober 2021.
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »