Tanggal :19 January 2022

E-Commerce: Pengertian, Manfaat dan Jenis

Sumber: Ground.Jet Transportation

“Paket!”, ucapan yang kini sangat umum kita dengar hampir setiap hari. Belanja yang dulunya memakan waktu panjang sekarang telah digantikan oleh keberadaan e-commerce. Hanya dengan scrolling lalu check out di aplikasi, Smart People tinggal menunggu paket diantarkan ke lokasi. Didukung dengan adanya fintech, pembayaran untuk belanja online juga semakin mudah. 

E-commerce adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli di suatu platform yang mengandalkan media elektronik. Saat ini e-commerce masuk ke dalam jajaran startup paling mendominasi di Indonesia. Data dari Tech In Asia menunjukan pada kuartal 2 tahun 2017, startup yang mendominasi di Indonesia berasal dari industri e-commerce & fintech.

Selain mempercepat proses transaksi, e-commerce memiliki manfaat lain seperti bisa menghadirkan solusi penjualan produk tanpa terpengaruh batas wilayah. Kemudahan e-commerce yang mengandalkan teknologi dan bisa mengirim barang via ekspedisi sangat menguntungkan dua belah pihak. Ekspansi usaha secara internasional atau lintas negara bisa terwujud berkat e-commerce ini. Selain itu, penjual dapat memasarkan barangnya tanpa memerlukan toko fisik sehingga dapat menghemat biaya sewa tempat dan utilities

E-commerce memiliki pembagian dalam jenisnya, dilansir dari niagahoster.co.id, terdapat 6 jenis e-commerce yaitu:

1. Business to business (B2B)

Sumber: Ground.Jet Transportation

Jenis e-commerce dimana sebuah perusahaan menjual produk atau jasa kepada perusahaan lainnya. Dalam model e-commerce ini, biasanya pembeli memesan barang dalam jumlah besar. Contohnya adalah sebuah perusahaan yang membeli perlengkapan kantor dari sebuah produsen seperti Ralali.

2. Business to consumer (B2C)

Sumber: 1000logos, Medium, TechnoBusiness

Dalam jenis e-commerce ini, sebuah perusahaan menjual produk atau jasa kepada konsumen. Contohnya seperti Lazada, Blibli dan Shopeee.

3. Consumer to consumer (C2C)

Sumber: OLX Indonesia, Facebook

C2C adalah transaksi online antara dua individu dimana satu pihak menjual barang langsung kepada pembeli, dapat berupa barang yang telah digunakan. Contohnya seperti OLX.

4. Consumer to business (C2B)

Sumber: Black Enterprise

Berkebalikan dengan B2C, e-commerce C2B adalah skenario di mana seseorang menjual produk atau layanan kepada sebuah perusahaan. Contohnya adalah Freelancer dan Upwork.

5. Business to public administration (B2A)

Sumber: Eftakher Alam, Unsplash

Model e-commerce ini mirip dengan B2B, tetapi pelakunya adalah bisnis dan lembaga pemerintah. Contoh B2A adalah jasa pembuatan website untuk sistem administrasi online.

6. Consumer to public administration (C2A)

Sumber: Emmanuel Ikwuegbu, Unsplash

Jenis e-commerce satu ini berjalan seperti C2B. Namun, transaksi dilakukan oleh individu dan lembaga pemerintah. E-commerce dengan model C2A jarang ditemui di Indonesia. Jenis transaksi yang terjadi umumnya dalam bentuk jasa.

Smart People seberapa sering belanja di e-commerce? Atau ada yang tertarik membangun startup di bidang ini? Berikan komentar kamu di bawah ya. 

Penulis : Mia Patricia | Ilustrasi : Rizky Sabilurrasyid

Referensi:

  1. https://idcloudhost.com/mengenal-apa-itu-e-commerce-manfaat-fungsi-kelebihan-dan-cara-daftarnya/
  2. https://www-niagahoster-co-id.cdn.ampproject.org/v/s/www.niagahoster.co.id/blog/apa-itu-ecommerce/?amp_js_v=a6&amp_gsa=1&usqp=mq331AQKKAFQArABIIACAw%3D%3D#aoh=16334411241688&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&amp_tf=From%20%251%24s&ampshare=https%3A%2F%2Fwww.niagahoster.co.id%2Fblog%2Fapa-itu-ecommerce%2F
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *