Tanggal :10 December 2022

BRI Perkokoh Digitalisasi Guna Mencapai Visi

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI optimis mencapai visi sebagai The Most Valuable Banking Group in South East Asia dan Champion of Financial Inclusion pada tahun 2025. Penuh optimisme, BRI akan terus menyiapkan strategi agar bisa terus tumbuh berkelanjutan. Dalam mencapai visi tersebut, BRI memperkuat aspek digitalisasi untuk menghasilkan berbagai produk inovatif digital dan membangun model bisnis baru.

Strategi yang dijalankan yaitu digitalisasi proses bisnis untuk mendongkrak produktivitas serta efisiensi, digitalisasi ekosistem bisnis, hingga optimalisasi layanan fully digital untuk memperkuat layanan yang lebih customer centric. Transformasi digital juga diterapkan di seluruh anak perusahaan BRI untuk pertumbuhan yang berkelanjutan bagi BRI Group.

Layanan digital yang dihadirkan BRI pun kian diandalkan oleh nasabah. Salah satunya adalah BRImo yang konsisten mengalami pertumbuhan pengguna hingga double digit dalam tiga tahun terakhir. Pada 2019, pengguna BRImo mencapai 2,96 juta dengan frekuensi transaksi 100,74 juta kali yang senilai Rp33,78 triliun. Kinerja tersebut kemudian semakin kokoh pada tahun berikutnya.

Sepanjang tahun 2020, pengguna BRImo naik menjadi 9,05 juta dengan frekuensi transaksi 764,84 juta kali yang membukukan nilai transaksi senilai Rp197,43 triliun. Hingga akhir 2021, terdapat 14,15 juta pengguna dengan laju transaksi yang melesat hingga 66,24% year on year (yoy) menjadi 1,27 Miliar transaksi.

Beberapa waktu lalu, BRI berhasil meraih penghargaan Brand Finance Awards sebagai merek bank paling bernilai di Indonesia yang digelar oleh Majalah Investor dan Brand Finance, disiarkan pada Selasa (08/02) di saluran Beritasatu TV.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan bahwa BRI berhasil menjadi merek utama di industri perbankan yang melekat di masyarakat. Ini bukti dari keberhasilan perseroan dalam memberikan layanan prima kepada masyarakat luas. 

Brand Finance menetapkan peringkat suatu perusahaan melalui tinjauan transaksi riil yang digunakan oleh pengguna merek di seluruh dunia. Untuk menentukan brand valuation, sebuah perusahaan akan diukur brand impact, brand earnings (forecast revenues), dan brand value

Sunarso mengungkapkan bahwa pada tahun 2022 ini BRI mengalokasikan capital expenditure (capex) sebesar Rp 7 triliun-Rp 8 triliun. Belanja Capex ini pun didominasi untuk penguatan digitalisasi. Angka tersebut menjadi bukti bahwa BRI concern terhadap transformasi digital yang berbasis IT. Nah, apakah Smart People dapat menyebutkan perusahaan yang tengah memperkuat digitalisasi?

Penulis: Wanda Marissa | Illustrator: Arsy Eric

References

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »