Tanggal :24 May 2022

Berawal Dari Garasi, Kalbe Farma Jadi Salah Satu Perusahaan Farmasi Terbesar di Indonesia

Mungkin Smart People sudah tak asing lagi dengan iklan obat panu Kalpanax saat kecil dulu. Begitu pula dengan sederetan iklan makanan, susu, dan berbagai produk makanan dan minuman penambah energi. Mayoritas produk-produk tersebut merupakan produksi PT Kalbe Farma yang melekat kuat di masyarakat lantaran sering mengisi tayangan iklan di berbagai media, terutama televisi.

PT Kalbe Farma Tbk merupakan perusahaan internasional yang memproduksi farmasi, suplemen, nutrisi dan layanan kesehatan yang bermarkas di Jakarta, Indonesia. Perusahaan ini menghasilkan berbagai macam-macam bahan farmasi. Kalbe Farma memiliki motto “Mengabdikan Ilmu untuk Kesehatan dan Kesejahteraan”.

Didirikan pada tahun 1966, PT Kalbe Farma berasal dari sebuah garasi bengkel di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kini PT Kalbe Farma menjelma menjadi perusahaan farmasi terbesar di Indonesia, bahkan se Asia Tenggara. Dengan total pendapatan Rp 17 triliun setiap tahun, kini PT Kalbe Farma memiliki 17 ribu karyawan, serta 66 kantor cabang/pabrik di seluruh Indonesia.

Dokter Boenjamin Setiawan, dokter lulusan Universitas Indonesia yang juga mendapatkan PhD dari University of California, Amerika Serikat, merupakan orang yang berjasa di balik pendirian Kalbe Farma, dibantu lima saudaranya yang rata-rata juga berprofesi sebagai dokter yaitu Khouw Lip Tjoen, Khouw Lip Hiang, Khouw Lip Swan, Maria Karmila dan F. Bing Aryanto. 

Pada awal Kalbe Farma berdiri, obat yang dibuat adalah obat-obat yang banyak dibutuhkan masyarakat kala itu, seperti obat cacing. Kemudian, siapa sangka obat Kalpanax yang dibuat oleh Dokter Boenjamin, ternyata juga terilhami saat orang tua dokter Boen dulu yang juga menderita panuan. Tetapi karena belum ada obatnya, dulu penyakit panu cukup diobati dengan parutan lengkuas dan dioleskan pada kulit yang terkena panu.

Menyadari perlunya inovasi dan ekspansi bisnis, perusahaan berkode saham KLBF di Bursa Efek Indonesia ini memutuskan untuk listing pada 1991. “Kita mulai persiapan untuk Initial Public Offering (IPO) selama satu setengah tahun, kita persiapannya benar-benar serius, ” Ujar Vidjongtius selaku Direktur Utama Kalbe Farma. Menurut Vidjong, selama melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kalbe Farma memiliki komitmen dalam jangka panjang, bukan hanya serta merta mengekor perusahaan lain yang sudah IPO. “Sekali go public harus terus go public. Komitmen itu penting,” tambahnya.

Menjadi perusahaan Go Public membuat bisnis Kalbe Farma semakin mencuat, tak hanya dikenal di dalam negeri Kalbe Farma pun kini melakukan ekspansi di luar negeri, seperti di wilayah ASEAN, Sri Lanka, Timur Tengah, Nigeria dan Afrika Selatan. Kalbe Farma juga tengah mendirikan pabrik di Myanmar dengan bentuk Join Venture. Produk andalan yang digunakan untuk ekspansi ini adalah Mixagrip. 

Setelah sukses melantai di BEI, Kalbe Farma membawa beberapa penghargaan diantaranya dalam ajang Indonesian Institute for Corporate Directorship, Kalbe Farma berhasil menjadi top 50 perusahaan publik dengan kapitalisasi pasar terbesar. Pada tahun 2017, Kalbe Farma pernah mendapat penghargaan dari ajang Indonesia Good Corporate Governance Awards 2017, dengan kategori perusahaan swasta Terbuka (Tbk) terbaik berdasarkan Economic Review.

Penulis: Wanda Marissa | Illustrator: Arsy Eric

Referensi:

  1. https://www.idntimes.com/business/economy/amp/auriga-agustina-3/pt-kalbe-farma-perusahaan-farmasi-yang-sukses-karena-ipo
  2. https://m.merdeka.com/khas/dari-garasi-menjelma-jadi-perusahaan-farmasi-terbesar-se-asean-wawancara-pendiri-kalbe-farma.html
  3. https://www.solutiva.co.id/partner/pt-kalbe-farma-tbk/
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »