Tanggal :24 May 2022

Aplikasi ini Membantu Kesehatan Mental di Era Digital

Gambar 1. Design by: Sumanto

Pada bulan kemarin tepat tanggal 10 Oktober diperingati sebagai hari kesehatan mental sedunia. Berbicara kesehatan mental di era digital saat ini tentu mempunyai dampak positif maupun negatif. Berdasarkan data yang dilansir Global Health Data Exchange 2017 dikutip dari makalah penelitian RSJD Surakarta menyebutkan populasi gangguan mental di Indonesia pada usia produktif (20-54 tahun) mencapai 15,91 juta orang atau 58,3 persen dari total penderita gangguan mental semua umur (27,26 juta orang). Angka nya pun terus bertambah seiring dengan tantangan zaman dan perubahan sosial yang ada di lingkungan sekitar.

Sejalan dengan data diatas, perubahan gaya hidup dan pemanfaatan teknologi pada usia produktif di Indonesia terbilang cukup banyak. Gaya hidup yang menawarkan kemudahan akses informasi dan berbagai kebutuhan dapat diselesaikan dengan melalui internet. Untuk mencari solusi atas perubahan gaya hidup dan kesehatan mental pada masyarakat luas adalah munculnya bantuan psikologi yang tentunya memanfaatkan teknologi sebagai alat menjalin komunikasi dan relasi dengan klien yang dinamakan Riliv.  

Gambar 2. Sumber : www.techno.id

Riliv merupakan aplikasi bantuan psikologi yang menghubungkan setiap orang yang memiliki permasalahan pribadi untuk menyelesaikannya melalui konseling online berbasis teks. Aplikasi ini menghubungkan seorang psikolog atau ilmuwan psikologi dengan user sebagai klien untuk proses konseling berbasis teks. Riliv dirancang dengan konsep konsultasi one on one oleh psikolog profesional secara anonim. Dilansir oleh 1000startupdigital.id, Startup riliv ini didirikan pada tahun 2015 oleh kakak-beradik, Audrey Maximillian Herli dan Audy Christoper Herli, dengan jumlah tim sebanyak 20 orang dan dalam fase pendanaan seed funding.

Gambar 3. Sumber : www.meimoodaema.com

Pada hasil penelitian oleh Amanvermez (2014) menunjukkan bahwa konseling online cenderung lebih efektif karena membantu mendekatkan jarak dan dapat fokus pada outcome. Selain dengan bantuan konseling online, upaya lainnya yang dilakukan setiap individu melalui self-control atau kemampuan individu dalam mengontrol perilaku. Individu dengan self-control yang baik akan mampu mengambil pilihan yang dapat memberikan dampak positif yang lebih besar. Laughlin (2019) memberikan penjelasan bahwa secara umum, self-control dapat dilakukan dalam tiga strategi, antara lain strategi situasional, strategi mental, dan strategi emosional. Strategi situasional. Strategi ini digunakan pada situasi spesifik dengan cara mengidentifikasi situasi, memilih situasi positif, atau memodifikasi situasi. Strategi mental, dapat dilakukan dengan cara visualisasi, self-talk, fokus pada hal lain, atau ubah pikiran menjadi realitas. Strategi emosional, dapat dilakukan dengan strategi membalik reaksi atau memberikan jeda.

Selain dengan pemanfaatan teknologi konseling online dan upaya yang sudah disampaikan sebelumnya, Berikut beberapa tips untuk menjaga kesehatan mental yang dikutip dari penelitian RSJD Surakarta. 

  1. Menjaga Pola Makan
  2. Menjaga Pola Tidur
  3. Istirahat Sejenak (Bila sibuk bekerja seharian)
  4. Mendengarkan Musik
  5. Mengubah Sudut Pandang (Melihat masalah melalui pandangan yang lebih objektif, maka akan menjadi lebih efektif).
  6. Ambil Nafas Dalam  (Ketika Anda merasa kewalahan atau mulai merasakan ketegangan dan mulai menjernihkan pikiran, beberapa menit mengatur napas akan mengembalikan keseimbangan). 
  7. Menggerakan tubuh (salah satu cara mengatasi stres)
  8. Dukungan Rekan Kerja (Memiliki sistem support yang solid di kantor dapat membantu mengalihkan dari efek negatif stres pada pekerjaan). 

Seperti itulah sedikit informasi mengenai kesehatan mental, dari penggunaan konseling online, hingga tips-tips yang bisa kalian lakukan sendiri tanpa bantuan psikolog online. Tetapi yang harus menjadi concern adalah bilamana masalah kalian tidak bisa lagi dengan tips tersebut, kalian harus meng-konsultasikan dengan psikolog yang sudah berpengalaman.

Penulis: Sadam Khadafi | Illustrator: Sumanto

Referensi

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »