Virtual Reality adalah gambaran realistis lingkungan, suara, sensasi, atau ruang dimensi buatan yang dihasilkan oleh sebuah software, dalam virtual reality pengguna akan bener-benar mampu berinteraksi dengan ruang dan objek yang ada sehingga lingkungan yang disediakan oleh software ini akan benar-benar mampu memodelkan interaksi yang mereka lakukan dalam dunia virtual serealistik mungkin.

Intinya persepsi dan sensasi yang kita rasakan terbentuk karena input yang diberikan oleh lingkungan nyata kepada organ sensori kita. Dalam dunia VR, input ini bukan dari lingkungan tetapi dari perangkat software dan hardware, sehingga persepsi dan sensasi yang terjadi bisa direkayasa sesuai keinginan kita.
Jadi apa sebenarnya VR? Untuk lebih jelasnya mungkin akan lebih mudah jika Saya berikan contoh aplikatifnya. Salah satu perusaan yang mulai melakukan investasi dan bisnis di teknologi VR adalah Google. Produk yang mereka tawarkan adalah Google Cardboard. Saya yakin Anda pernah mendengar Google Cardboar dan ya Google Cardboard adalah salah satu produk yang memanfaatkan teknologi VR. Dengan memakai Google Cardboard permainan game Anda akan tampak lebih realistis dan nyata, Anda bukan hanya bermain tetapi masuk ke dalam dunia game Anda. Dengan uang sekitar 4 US $ atau lima puluhan ribu rupiah Anda bisa mencoba teknologi ini !

Awal tahun 2016 bisa dibilang merupakan waktu dimana industri teknologi VR ini mulai dikenal dan tumbuh. Walaupun terminologi Virtual Reality sudah diperkenalkan sejak tahun 1930 dan usaha pengembangan teknologinya sudah dimulai sejak tahun1960, namun perusahaan dan dunia bisnis baru ramai memperkenalkan teknologi VR ini di awal tahun 2016. Berbagai perusahaan kemudian muncul dan tertarik untuk mengembangkan teknologi ini seperti Google, Facebook, Oculus, Samsung, HTC dan perusahaan lainnya. Perusahaan game pun mulai berlomba untuk membuat game mereka dapat dimainkan di versi VR.

Sekarang ini aplikasi teknologi VR didominasi di bidang entertainment dan game. Namun sebenarnya teknologi ini mampu memberikan lebih daripada yang kita kira. VR adalah teknologi yang tidak murah, maka sudah sepatutnyalah manfaat yang diberikan pun bisa jauh lebih besar. Sekarang ini bisnis VR dalam industri game dan entertainmen bernilai milyaran dolar amerika, menarik berbagai perusahaan untuk masuk dalam bisnis ini. Di masa depan teknologi ini dapat memberikan manfaat lebih besar di bidang lain seperti arsitektur, militer, pengobatan, seni, dan bahkan olahraga. Sebagai contoh teknologi VR ini dapat digunakan seorang calon ahli bedah untuk mensimulasikan operasi pembedahan yang sangat vital dalam tubuh manusia. VR juga dapat digunakan untuk simulasi latihan perang dan strategi tempur angkatan militer.

Teknologi VR selain sangat menarik dan memberikan sensasi baru dalam dunia entertaiment dan game, juga berpotensi untuk menjadikan kegiatan manusia lebih nyaman, aman dan murah. Pekerja tambang tidak perlu masuk kedalam tambang yang berkadar gas dan suhu ekstrem untuk melakukan latihan prosedur keselamatan, simulasi maintenance satelit tidak perlu dilakukan di luar angkasa, angkatan bersenjata dari negara sub-tropik tidak perlu datang ke negara dengan iklim tropik untuk melakukan latihan pertempuran di hutan tropis. Di masa depan teknologi VR mampu memberikan lebih dari yang kita kira. Teknologi VR lebih dari sekedar teknologi untuk bermain game dan menonton film.

Pemanfaatan teknologi VR dalam berbagai bidang diatas, secara lebih dalam akan saya jelaskan dalam artikel-artikel selanjutnya di website ini.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *